Sehingga pemerintah daerah tidak terbebani untuk beli atau hibah armada tidak perlu subsidi terhadap operasionalnya dan armada disediakan oleh pihak operator sedangkan dananya disediakan oleh APBN.
“Alhamdulillah ide itu diterima, dan Kalsel hari ini satu-satunya mendapatkan program Buy The Service ini di Kalimantan,”ujarnya.
Dia melanjutkan bahwa, Kalsel merupakan Provinsi ketiga diluar Jawa dan bali yang mendapatkan dan menerima program ini. Satu Palembang, dua Karesidenan Banyu Mas dan yang ketiga Kalsel. Bus yang disiapkan adalah 75 unit ditambah 11 unit yang sudah ada menjadi 86 unit.
“Kalau per 10 bus operasional 10 Milyar, maka kita mensubsidi hampir 90 Milyar pertahun atau sekitar 270 Milyar yang dibayar ke operator, Alhamdulillah untuk saat ini pemerintah pusat akan mensubsidi selama 3 tahun,”terang Rifqi.
Jadi pemerintah Pemprov Kalsel harus mempersiapkan pasca 2024, dimana pemerintah pusat akan menyerahkan Bus BTS ini kepada daerah sebagai pengelolanya.
“Karena itu, ulun sangat memohon kepada Bapak Gubernur, Bupati dan Walikota untuk segera menyiapkan regulasi agar Trans Banjarbakula menjadi ramai peminatnya. Termasuk mendorong para ASN yang tinggal di Banjarmasin ke Banjarbaru untuk bisa menggunakan Transfortasi ini,”pungkasnya.
Editor : Eddy Dharmawan




















