Wartaniaga.com, Banjarmasin – Setelah lama dikeluhkan warga karena tekanan air yang kerap melemah, terutama di kawasan ujung distribusi, PAM Bandarmasih akhirnya mulai melakukan langkah besar.
Tahun 2026, perusahaan daerah itu menargetkan program peremajaan pipa tua mulai berjalan untuk memperkuat pasokan air bersih di sejumlah wilayah rawan gangguan.
Direktur Operasional PAM Bandarmasih, Irwan Firmana, mengatakan pembaruan jaringan distribusi menjadi salah satu program prioritas perusahaan tahun ini.
Proyek tahap awal akan difokuskan di jalur Jalan Ahmad Yani hingga Jembatan Dewi dengan pemasangan pipa berdiameter 800 milimeter.
Menurutnya, penggunaan pipa berukuran besar diharapkan mampu meningkatkan tekanan air agar distribusi lebih stabil, terutama bagi pelanggan yang berada di wilayah paling ujung jaringan.
“Peremajaan pipa ini kami targetkan bisa terlaksana tahun ini. Sebelumnya sempat terkendala perizinan, namun sekarang sudah terselesaikan. Ini menjadi komitmen kami untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan,” ujar Irwan, Jumat (8/5).
Tak hanya mengganti pipa lama, PAM Bandarmasih juga mulai membenahi pola distribusi di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan keluhan pelanggan, khususnya di wilayah Banjarmasin Utara seperti Sungai Andai dan Alalak Tengah.
Di kawasan tersebut, persoalan air tidak mengalir hingga 24 jam masih kerap terjadi, terutama di kompleks perumahan baru dan area yang berada di ujung distribusi.
Sebagai solusi jangka panjang, PAM Bandarmasih kini menerapkan sistem District Metered Area (DMA) untuk mengatur distribusi air secara lebih terukur dan merata. Sistem ini diyakini mampu meningkatkan tekanan air sekaligus meminimalkan kebocoran jaringan.
“Upaya ini terus kami lakukan agar distribusi air bisa lebih merata dan keluhan pelanggan dapat diminimalisir,” pungkasnya.
Langkah peremajaan ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan layanan air bersih di Banjarmasin, sekaligus menjawab harapan masyarakat yang selama ini menginginkan distribusi air lebih lancar dan stabil setiap hari.
Editor : Eddy Dharmawan




















