Tawuran Banjarmasin : Semua Pihak Harus Cepat Identifikasi Potensi

foto : ilustrasi

Pengamatan saya, dari dua video sebelumnya yang viral tawuran di banjarmasin menunjukkan mereka dugaanya seperti mencari perhatian dengan memviralkan adegan kekerasan yang mereka lakukan. Jelas hal tersebut tidak bagus untuk tumbuh kembang dan contoh buruk bagi remaja lain.

Memang sangat diperlukan solusi praktis preventif jangka pendek dengan mengamankan para remaja yang terlibat tawuran supaya jadi efek jera dan edukasi pembinaan. Solusi praktis ini juga harus diikuti solusi jangka panjang yang didukung oleh semua pihak, mulai dari para pemuda sekolah atau yang pututus sekolah, siswa sendiri, orangtua, sekolah, peran pemerintah hingga aparat keamanan.

Dalam penegakkan hukum perlu kita dorong untuk memastikan proses hukum yang berlaku saat ini, agar memberikan efek jera pada anak-anak remaja lainnya dengan memanggil keluarga dan orang tuannya, sehingga menjadi salah satu identifikasi potensi tersebut sedini mungkin.

Memang pelaku tawuran antar remaja sulit ditindak dengan pasal-pasal pidana, pelaku tawuran hanya bisa dijerat hukum pidana jika tawuran itu menimbulkan korban luka ataupun sampai meninggal dunia. Sehingga yang bisa ditindak jika ada tindak pidana, misalnya dari aksi membawa kayu, sajam sampai pengeroyokan dan penganiaan berakibat korban luka atau meninggal, apabila tidak ada korban ya cuma bisa dilakukan peringatan dan pembinaan.

Selama ini pelaku tawuran yang tertangkap hanya diberi peringatan dan nasihat, lalu kemudian diserahkan ke orangtuanya. Kalau alasan di bawah umur, apabila ada unsur pidananya bisa mereka dikenakan pidana dan ditempatkan di tahanan anak atau melalui penyelesain diversi.

Pos terkait