Refa Gallery dan Kukis Talipuk Wadaikoe Wakili UMKM Banua ke Singapura

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Festival Ekonomi Syariah Banua dilaksanakan hari ini Jum’at, 23 Juli 2021 bertempat di Atrium Duta Mall Banjarmasin. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KPw BI Provinsi Kalsel dalam rangka menuju Semarak Road to FESyar Kawasan Timur Indonesia 2021.

Adapun tema acara Road to Fesyar KTI 2021 bertemakan “Bersinergi membangun ekonomi dan keuangan syariah untuk memperkuat momentum pemulihan ekonomi banua”.

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, para undangan dan tamu yang hadir di swab antigen sebelum memasuki tempat kegiatan dilaksanakan.

Acara dibuka langsung oleh Pj Gubernur Kalsel Dr Safrizal ZA Msi, KPw BI perwakilan Kalsel Amanlison Sembiring dan Ketua DPRD Provinsi Kalsel Dr (Hc) H Supian HK SH MH. Ketiganya didaulat memukul genderang tanda dibuka kegiatan Festival Ekonomi Syariah Banua 2021 ini.

BACA JUGA:  Premium Langka, Warga Pilih Pertalite

Safrizal mngungkapkan bahwa pemerintah daerah sangat mensupport dan mengapresiasi kegiatan Festival Syariah Banua yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Selatan ini.

Menurutnya prinsip-prinsip syariah menjamin masyarakat jangan rugi dan transaksi senang sama senang serta tidak ada ribanya. Kesejahteraan bersama itulah salah satu prinsip syariah dalam menerapkan sistem ini.

“Alhamdulillah ekonomi syariah semakin kedepan, menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Jangan berpuas diri, selalu kedepankan pemahaman ekonomi syariah dan keuangan syariah,”tambahnya.

Sementara itu, Amanlison Sembiring Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel menjelaskan bahwa ada 3 hal yang ingin disampaikan dalam rangka Road to Fesyar 2021 yang diselenggarakan oleh KPw Provinsi Kalsel bekerja sama dan besinergi dengan pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Pondok Pesantren dan satuan kerja lainnya.

BACA JUGA:  Jaga Stabilisasi Harga, TPID Kalsel Lepas 90 Ton Beras ke Pasar

Pertama adalah bahwa Road to Fesyar ini adalah sebagai salah satu wadah edukasi terkait dengan ekonomi bank-bank syariah, seminar-seminar terkait dengan pembiayaan ekonomi syariah. Hal ini perlu disampaikan karena untuk Kalimantan Selatan masih jauh kalau dilihat jumlah penduduk kita yang mayoritas muslim.

Kedua adalah bagaimana pembiayaan UMKM yang berbisnis syariah, selain dari perbankan juga mengenai dana Ziswaf (Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf) yang bisa digunakan untuk hasil produksi bukan hanya konsumsi.

Ketiga adalah bagaimana kita mengangkat UMKM-UMKM banua salah satunya yang ditampilkan di acara Festival Syariah Banua 2021 saat ini.

“Dari binaan pemerintah daerah, kita memfasilitasi untuk mendorong go global. Ada 2 UMKM banua yang telah lulus kurasi untuk mengikuti pameran di Singapura dalam kegiatan Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor (PAMOR BORNEO) yaitu Refa Gallery Sasirangan dan Kukis Talipuk Wadaikoe tanggal 28 Juli – 18 Agustus 2021 di Singapura,”tutup Amanlison.

BACA JUGA:  Cuncung : Tanbu Mampu Jadi Lumbung Pangan Kalimantan

Editor : Edi Dharmawan

L

Pos terkait