Pj Gubernur Kalsel Harapkan PT CBSA Agar Manfaatkan Limbah Singkong Jadi Pakan Ternak

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarbaru- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung bahan baku industri pengolahan singkong menjadi tepung tapioka.

Perlu diketahui PT Cahaya Borneo Sukses Agrosindo (CBSA) masih kesulitan bahan baku, sementara jumlah singkong yang dibutuhkan adalah 1000 ton/hari.

Hal tersebut diketahui setelah Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA pada rapat koordinasi sektor industri tepung tapioka di ruang rapat PM Noor, SetdaProv Kalsel, Banjarbaru, Selasa (9/3).

Pemenuhan bahan baku singkong harus dilakukan dengan memaksimalkan lahan milik PT CBSA. Selain itu, mengajak masyarakat menanam di lahan mereka yang kosong dengan cara tumpang sari.

“Manfaatkan potensi yang ada agar bisa bekembang, maksimalkan lahan punya perusahaan, ajak petani menanam dengan cara tumpang sari, sepanjang menaikan pendapatan masyarakat ya silakan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Optimalisasi Lahan Gambut Untuk Masyarakat Kalsel

Safrizal juga menyarankan kepada PT. CBSA untuk memanfaatkan limbah cair maupun padat dari singkong salah satunya menjadi pakan ternak. Selain itu dirinya meminta kepada PT CBSA membuka diri terkait harga agar kesejahteraan petani bisa meningkat.

Sebelumnya, Branch Manager PT CBSA, Son Han Min mengatakan, pihaknya kesulitan memenuhi bahan baku. Dari seribu ton yang dibutuhkan perhari, untuk saat ini tidak sampai 200 ton yang didapatkan.

Menurutnya, harga bahan baku tergantung musim, untuk musim hujan singkong yang memiliki kadar pati 20 persen dihargai Rp. 750 perkilo. Sedangkan kemarau singkong yang memiliki kadar pati 20 persen dipatok harga Rp 720 per kilogram.

“Setiap penurunan 1 persen akan dipotong Rp 10, sedangkan naik 1 persen akan ditambah Rp 10,” ucapnya.

BACA JUGA:  Walikota Minta Pengusaha Jaga Tapping Box

Dirinya mengatakan, varietas unggul singkong yang diperlukanya adalah kasetsar, Garuda dan Thailand. Untuk panen Kasetsar memerlukan 10 bulan setelah tanam, sedangkan Garuda dan Thailand panen 6 bulan setelah tanam sehingga dapat dipanen dua kali dalam setahun.

Reporter:Aditya
Sumber Biro Adpim Setdaprov Kalsel

Pos terkait