“Karena dampak pandemi tentu banyak hal yg harus dipersiapkan, misal protokol kesehatan di setiap venue, apakah pertandingan akan dilakukan tanpa penonton, bagaimana kewajiban atlet dan pelatih kontingen terkait rapid test antigen,” jelasnya.
Selain itu pihaknya juga membahas mengenai pelaksanaan Porprov 2022 HSS, dengan menerapkan sistem protokol kesehatan dimana ada kemungkinan pertandingan dilaksanakan tanpa penonton.
“Kami juga menyarankan untuk meniadakan seremonial pembukaan dan penutupan krn dikhawatirkan menimbulkan kerumunan, antisipasi saja apabila sampai dengan tahun depan protokol kesehatan ketat tetap harus dilaksanakan dalam setiap kegiatan,” ucapnya.
Bukan hanya itu, pelaksanaan pun akan disesuaikan dengan anggaran daerah yang kemungkinan terpangkas untuk penanggulangan pandemi covid-19, jadi ada berapa acara seremonial bakal ditiadakan.
“Kita lihat kondisinya, apabila di 2022 nanti pandemi sudah mereda, maka acara akan dilaksanakan seperti rencana awal. Namun, apabila masih pandemi, semua akan kita ubah,” pungkasnya, Rabu (24/2).
Penulis : Ahmad Yani



















