Selama Pandemi Penjualan Bata Ringan Anjlok 50 Persen

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Martapura- Selama musim pandemi corona terjadi penurunan penjualan bata ringan hingga mencapai 50 persen. Hal ini diungkapkan salah satu pembuat bata ringan di kawasan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Radiansyah.

Menurutnya, adanya wabah corona banyak masyarakat yang mengurungkan niatnya untuk membangun atau merenovasi rumah atau bangunan lainnya. “ Masyarakat masih menunggu berakhirnya wabah ini,”katanya kepada wartaniaga.com, Rabu (27/5).

Padahal, kata Radi biasanya mendekati lebaran penjualan bata ringan selalu mengalami peningkatan, namun berbeda ditahun ini, karena adanya corona dan PSBB di beberapa kota berimbas pada sektor usaha termasuk miliknya.

“ Penurunnya drastis hingga 50 persen, biasanya kami memproduksi ribuan biji per hari tapi saat ini hanya berdasarkan pesanan saja,” terang pemilik TB Yasmin yang berlokasi di jalan Martapura Lama Km 18 desa Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk ini.

BACA JUGA:  PT Arutmin NPLCT Serahkan Bantuan Kepada Kader Posyandu.

Diungkapkannya, jika sebelum adanya corona pembeli yang datang kepadanya bukan hanya pemilik toko bagunan dan pribadi tetapi juga pengusaha perumahan.

“ Sekarang proyek dipemerintah juga tidak ada, para pengembang perumahan belum berani membangun dan akhirnya penjualan produk kami juga anjlok,”ucapnya.

Hal yang sama juga dialami Oky Riyadi pemilik toko bangunan Mandiri Jaya Prima dimana penjualan bata ringan di tokonya anjlok lebih dari 50 persen.

Pos terkait