Pupuk Organik MA 11, Biaya Murah Hasil Melimpah

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Program Edu Park yang dimiliki Bank Indonesia  (BI) kantor wilayah Kalimantan Selatan mendapat sambutan baik dari para petani. Khsusnya mereka yang telah merasakan hasil dari pupuk organik MA 11 yang diproduksi Edu Park BI. 

Menurut Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Kalsel, Rahmat Dwisaputra, menggunakan pupuk MA 11 jauh lebih hemat, biaya yang dikeluarkan murah dan hasilnya melimpah. Dari sisi hasil produksi dengan menggunakan MA-11 jauh lebih tinggi 11,84 sampai dengan 12,80 ton/ha daripada menggunakan pupuk dan pestisida kimia atau pabrikan yang sekitar 3,8 hingga  4,5 ton/ha.

“ Bagi petani yang memiliki sapi atau kambing akan lebih mudah dan murah dalam penyiapan pupuk superbokahi yang diolah dari kotoran hewan (kohe) padat dan cair tanpa harus membeli atau mengeluarkan biaya. Cukup membeli 1 liter bakteri yang terdapat  kandung di dalam MA-11 sekitar Rp.60.000 per liter untuk melakukan fermentasi 1 ton pupuk kandang,” katanya.

BACA JUGA:  Paman Birin Apresiasi Sumbangsih Bank Kalsel

Dikatakannya, tanaman yang dihasilkan dengan menggunakan aplikasi MA-11 lebih besar dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit dikendalikan dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti toba, gadung, tembakau, penawar sampai atau brotowali, daun nimba (mindi), buah maja, daun sirsak, jahe, bawang putih dan lain-lain yang bertujuan untuk mengendalikan bukan membasmi secara langsung, sehingga hama dan penyakit tanaman akan jera dan menjauhi tanaman organik tersebut.

Bukan itu saja, besarnya bulir padi juga jauh lebih besar dibanding padi yang menggunakan pupuk kimia 125 hingga 150 butir. Tanaman juga lebih tahan terhadap musim kemarau yang panjang karena tersedianya air yang cukup di sekitar perakaran akibat ditahan oleh bahan organik dari pupuk superbokashi tersebut, walaupun umur panen tetap sama.

Pos terkait