Usaha Alat Tulis dan Fotocopy Makin Sepi

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin-Belum adanya kepastian akan berakhirnya wabah corona di Indonesia berdampak pada berbagai bidang usaha. Salah satunya usaha penjualan alat tulis dan fotocopy yang kian hari makin sepi dan bahkan ada yang harus gulung tikar.

Tania, misalnya terpaksa harus merumahkan beberapa karyawannya sejak mulai merebaknya penyakit yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia ini. “ Sekarang karyawan saya sisa 2 orang saja dari yang dulunya 5 orang,” kata pemilik usaha fotocopy Tania ini.

Menurutnya, sepinya penjualan dan jasa fotocopy diakibatkan dampak pandemi corona dimana sebagian besar masyarakat enggan beraktivitas di luar rumah.

“ Work from home dan ketakutan orang untuk beraktivitas di luar rumah menjadikan kurangnnya pembeli alat tulis dan jasa fotocopy ini,” terangnya, Rabu (27/5).

BACA JUGA:  Mahasiswa Ditantang Untuk Jadi Kaya

Terlebih lagi, sambung pemilik usaha yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin Timur ini, diterapkannya PSBB di kota Banjarmasin makin membuat usahanya terpuruk. Betapa tidak, perkantoran yang biasa menjadi langganannya banyak yang tutup.

“ Tempat usaha saya inikan di kawasan perkantoran, tapi sejak PSBB mereka banyak yang tutup dan berimbas pada usaha saya,” ungkapnya seraya menambahkan saat ini paling besar omset yang didapatnya hanya 40 persen jika dibanding situasi normal.

Meski demikian dirinya mengaku beruntung karena toko  yang saat ini dijadikan tempat usaha adalah miliknya sendiri. “ Banyak kawan-kawan yang terpaksa menutup usahanya karena tidak sanggup lagi membayar sewanya,”ujar Tania.

BACA JUGA:  Lewat Arum Manis, Pria ini Berdagang Sembari Melestarikan Jajanan Lokal

Tidak berbeda dengan Tania, pemilik usaha fotocopy Ikhlas, Busairy  merasakan kondisi yang sama, dimana terjadi penurunan terhadap usahanya.

Pos terkait