“Kita tidak melawan pemerintah, tapi juga memikirkan dampak yang ditimbulkan terhadap karyawan kami. Kalau kami tutup, kemana mereka bekerja mencari nafkah ditengah masa sulit seperti sekarang ini, apakah ada yang mau mengganti gajih mereka?,” Cetus salah satu pedagang baju yang enggan disebut identitasnya itu.
Ia menjelaskan, bahwa seluruh pedagang di pasar tersebut setuju adanya penutupan, tapi dengan catatan penutupan itu dilakukan usai Hari Raya Idul Fitri.
“Kalau penutupannya setelah Idul Fitri kami dengan lapang dada menerimanya,” ujarnya

Pasalnya, pria yang mengenakan pakaian hijau itu menuturkan, bahwa saat ini merupakan hari dimana para pedagang pakaian sedang meraup keuntungan yang lebih dibanding bulan lainnya.
“Makanya kita tidak setuju adanya penutupan ini, ini berkaitan langsung dengan keberlangsungan karyawan dan isi perut kami,” tandasnya.
Penulis : Fadlan



















