Poktan. Karya Cipta Panen Jagung dari Benih Hibrida Twinn RK 58

  • Whatsapp
Poktan. Karya Cipta Panen Jagung dari Benih Hibrida Twinn RK 58

Wartaniaga.com,Pelaihari- Kelompok Tani Karya Cipta, Desa Tajau Pecah, Tampang, Pelaihari, lakukan panen jagung hasil uji coba jenis benih baru. ( 12/03 ).

Jagung yang di panen di lahan seluas sekitar 4 hektar tersebut berasal dari benih jagung Hibrida Twinn RK 58.

Bayu Prama Arta, Marketing Area Kalimantan Selatan, PT. Tunas Widji Inti Nayottama mengatakan, benih jagung Hibrida Twinn RK 58 merupakan salah satu benih jagung yang di persiapkan pemerintah untuk bantuan kepada para petani dan baru pertama kali di uji coba tanam di Tanah Laut di lahan seluas 4 hektar milik Sudi Rahmadi, dari Kelompok Tani Karya Cipta, Desa Tajau Pecah.

Karya Cipta Panen Jagung dari Benih Hibrida

Lebih lanjut Bayuna Prama menambahkan, jagung hibrida dapat ditanam di tanah sawah, tegal maupun pekarangan, agar hasil lebih maksimal, sebelum ditanami jagung, lahan dibersihkan dari gulma dan tanaman liar, dan yang tidak kalah penting adalah pembuatan saluran pengairan.
” Diharapkan dengan adanya benih jagung Hibrida Twinn RK 58, bisa menambah varian benih jagung yang di berikan pemerintah kepada petani ” jelas Bayuna Prama.

BACA JUGA:  Miliki Rumah Strategis Bersama PT Bangun Banua

Ditambahkannya, untuk bisa mendapatkan benih jagung Hibrida Twinn RK 58, petani bisa menghubungi pihak Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan Tanah Laut.
” Kedepannya benih akan disediakan di toko – toko dan kios pertanian setempat, namun untuk saat ini hanya benih varietas RK 58 yang tersedia, bila ingin mengetahui lebih jelas tentang benih RK 58 bisa menghubungi no telepon 085332972279 ” tutur Bayuna Prama.

Poktan. Karya Cipta Panen Jagung dari Benih Hibrida Twinn RK 58 2

Tukirin, Mantri Tani Kecamatan Pelaihari yang turut serta dalam panen tersebut menambahkan, dari hasil uji coba tersebut di peroleh hasil bersih rata – rata 6.8 ton.

Sebenarnya hasil yang di peroleh bisa lebih maksimal, namun karena terkendala oleh gangguan hama, maka hasil 6.8 ton tersebut terhitung sudah cukup memuaskan, apalagi untuk jenis bibit baru.
” Dimana – mana kondisi tanaman jagung saat ini memang sedang kurang baik karena gangguan hama, sehingga hasil yang di peroleh kurang maksimal ” ucap Tukirin.

BACA JUGA:  Ini Alasan Banjarmasin Ditunjuk Sebagai Pelaksana FESyar KTI 2019

Sudi Rahmadi, Ketua Kelompok Tani Karya Cipta, Desa Tajau Pecah menuturkan, secara keseluruhan dirinya merasa cukup puas dengan hasil penen yang baru saja dilakukan, dirinya yakin kalau saja tidak ada kendala berupa gangguan hama yang menyerang hampir semua petani jagung saat ini, tentu hasil yang di peroleh bisa lebih baik lagi.
Hal tersebut bisa dilihat dari jagung hasil panen yang tidak terserang hama, jagung terlihat besar dan padat, biji jagung pun tampak kuning segar.

” Untuk periode tanam berikutnya kita akan coba tanam kembali benih jagung RK 58, semoga nanti tidak ada lagi gangguan hama, sehingga kita bisa peroleh hasil yang maksimal ” tutup Sudi.

BACA JUGA:  2.200 Pelangan PDAM Amuntai Digratiskan

Reporter/foto : Tony Widodo
Editor : Prayuda

Pos terkait