Ia membeberkan dalam hal ini posisi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian berada di tengah-tengah, yakni prosesing, ikut membantu membangun Tanah Laut dari segi proses, sedangkan di hulunya mereka sudah tumbuh dan berkembang.
“Diprosesing ini kita mendorong apapun potensi sebuah desa yang memiliki visi mengurangi pengangguran,” jelas Masturi.
Masturi menjelaskan untuk mengurangi pengangguran tersebut, maka live skill dari sebuah masyarakat itu menjadi sebuah keharusan untuk ditingkatkan, salah satunya adalah berhubungan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.

Apabila Gahipbta ingin mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan souvenir dan sebagainya yang sedang mereka kembangkan saat ini, maka harus dimusyawarahkan terlebih dahulu di musrenbang, sehingga nantinya bisa diajukan pada tahun berikutnya.
Ditambahkannya, sementara menunggu 1 tahun lagi, maka dihadirkanlah BLK, didalam BLK ada 2 macam pelatihan, yakni institusional yaitu warga didorong untuk ikut pelatihan di BLK, dan yang kedua adalah Manunggal Tuntung Pandang ( MTU ), yakni pihak BLK yang mendatangi warga.
“Di Manunggal Tuntung Pandang 2020, BLK akan membuka pelatihan di setiap desa yang dikunjungi oleh Bupati, pelatihan yang berbasis kompetensi bisa berlangsung selama 5 hingga 7 hari, dan desa Panjaratan menjadi desa pertama untuk memulai program ini,” tutup Masturi.
Reporter : Tony Widodo
Editor : Zahidi
Foto : Tony Widodo




















