Dari Menjahit Sepatu Alex Raup Penghasilan diatas UMP KalSel

Dari Menjahit Sepatu Alex Raup Penghasilan diatas UMP KalSel

Wartaniaga.com– Penjahit sepatu di daerah Pasar Kuripan Banjarmasin, Alex (64) mengaku mendapat penghasilan sebesar kurang lebih tiga juta rupiah perbulan. Jumlah tersebut lebih besar dari Upah Minimum Provinsi Kalimantan Selatan (UMP KalSel) tahun 2020 yakni sebesar Rp.2.877.448.

Alex sudah 15 tahun berprofesi sebagai tukang jahit sepatu di Pasar Kuripan. Sebelumnya dirinya mencoba perantauan dengan ikut bekerja pada perusahaan kayu di daerah Sampit, Kalimantan Tengah. Alex mendapat keahlian menjahit sepatu secara otodidak dari melihat rekan – rekannya yang menekuni pekerjaan serupa.

Menjahit Sepatu Penghasilan diatas UMP

“Dulunya kerja di perusahaan kayu, kayunya habis jadinya balik terus selama sebulan lihat – lihat usaha apa yang bisa dijalankan, belajar otodidak terus buka (usaha jahit sepatu) ini”, ujarnya, saat di wawancarai oleh Wartaniaga.com, Senin (27/01/2020).

Bersaing dengan reparasi sepatu modren tidak membuat usaha yang ditekuni Alex sunyi. Ia mengaku mendapat penghasilan sekitar seratus ribu dalam sehari bekerja.

“Ya kalau lagi rame bisa dapat seratus ribu lebih, kalau kurang ya bisa cuma seratus kadang juga kurang dari seratus. Alhamdulilah cukuplah”, ungkapnya.

Kakek dari tiga cucu ini mengaku belum pernah mendapat tindakan pengusiran ataupun razia Satuan Polisi Pamong Praja, selama berlapak di dekat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Kuripan.

“Alhamdulilah belum pernah ketangkep, soalnya saya juga ga ganggu jalan kok, ini saya di dekat tempat sampah kerjanya”, tuturnya.

Dari Menjahit Sepatu Alex Raup Penghasilan diatas UMP KalSel2

Berpengalaman menjahit sepatu selama lima belas tahun, Alex berpendapat sepatu yang paling sukar diperbaiki adalah jenis sepatu formal kantoran.

“Sepatu kantor itu perlu ketelitian yang tinggi, apalagi yang bahannya itu kulit asli. Pelanggan juga biasanya minta pengerjaan yang sangat rapi untuk sepatu kantor”, jelasnya.

Menurut Alex sepatu yang datang padanya adalah milik pelanggan setianya dan beberapa lainnya merupakan pelanggan baru.

“Sudah ada langganannya masing – masing. Biasanya langganan yang datang minta dijahit sepatu, juga ada orang – orang baru yang kemari minta tolong dijahitkan sepatu”, tutupnya.

Reporter : Nagawati Limantara
Editor : Akbar Laksana

Pos terkait