Wartaniaga.com, Banjarmasin – Suksesnya penayangan perdana film Mafia Banjar 2 pada bulan November lalu membuat Rumah Produksi yang ada di Kota Seribu Sungai tersebut kembali menggelar acara Nonton Bareng film yang digarap sineas sutradara Fin Lee Neo ini.
Bertempat di Aula Kayuh Baimbai lantai 2 Kantor Wali Kota Banjarmasin, sinema dengan genre laga yang berjudul “Mafia Banjar 2 : Dendam” ini bakal dihadiri oleh petinggi dan pejabat Pemko Banjarmasin yang berbaur dengan ASN dan masyarakat umum, Sabtu 7/12/2019 pukul 20 Wita.
Koordinator Nonbar Ichal iloenx mengatakan, pihaknya optimis acara nonton bareng yang kedua kali ini bakal dipenuhi oleh penonton. “Kami ingin mengulang kesuksesan Nonbar bulan lalu, terlebih lagi Pemerintah Kota Banjarmasin dan DPRD Kota Banjarmasin klop mendukung karya anak banua dalam bidang sinema,” kata lelaki yang juga ambil peran dalam film ini.
Film Mafia Banjar 2 ini melanjutkan sekuel sebelumnya, Mafia Banjar Full Movie yang tayang di kanal YouTube sejak 4 Mei 2015 lalu.
Sejalan dengan Ichal, Fin Lee Neo yang menjadi aktor utama dalam film tersebut mengaku, Saat penayangan perdana Mafia Banjar 2 bulan lalu, film Mafia Banjar Full Movie sudah ditonton sebanyak lebih dari 259 ribu pasang mata di kanal YouTube.
“Hanya berselang 1 bulan 5 hari, kini sudah ditonton sebanyak 276.773 kali. Ini berarti ada peningkatan drastis sebanyak 17ribu lebih dalam waktu singkat,” ungkap pemeran Ipunk dalam film itu.
Menurutnya fenomena tersebut tidak terlepas dari rasa keingintahuan dan penasaran yang tinggi yang datang dari masyarakat mengenai kisah komplit film itu.
Sesuai judul, Mafia Banjar 2 sedikit banyaknya melanjutkan cerita dari film pertama sisi muram Kalimantan Selatan yang berkaitan dengan gelapnya bisnis pertambangan, narkotika, hingga pembunuh bayaran.
Dalam Mafia Banjar 2, pemeran utama film, Ipunk yang merupakan pembunuh bayaran bos tambang berniat ingin memperbaiki diri setelah dipenjara selama 7 tahun.
Ipunk pernah diringkus karena sempat berkongsi dengan seorang mafia tambang bernama Raymond. Ray meminta Ipunk untuk menghabisi lawan bisnisnya bernama Sikandar karena konflik lahan pertambangan di Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Ujung-ujungnya, Ipunk bekerja sama dengan polisi untuk menghentikan kebengisan Raymond. Rencana itu terendus oleh Raymond Cs. Ipunk mau dibantai. Alih-alih tewas, Ipunk berhasil menghabisi sang mafia tambang dengan pistol.
Mafia Banjar 2 Akan Tayang Lagi
Masa lalu yang kelam itu membuat Ipunk harus berubah menjadi lebih baik. Tapi, saat keluar dari sel tahanan, dalam Mafia Banjar2I, Ipunk malah berhadapan dengan musuh lamanya: komplotan Haji Salim dan Razy yang ingin membalas dendam atas kematian adiknya yang tewas terbunuh saat insiden 7 tahun silam.
Terlepas dari sinopsis, selain sebagai wadah penyaluran hobi, proses penggarapan film Mafia Banjar juga menyimpan misi lain. Penanggung Jawab Produksi Mafia Banjar 2, M Risky Ariandy, menyebut karya terbaru mereka ini sekaligus mempromosikan kearifan lokal khas Kalimantan Selatan.
Kata Risky, masih sedikit karya-karya film yang mengambil tema kedaerah. Apalagi yang nekad mengambil Bahasa Banjar secara utuh dalam tayangan fillm. “Biasanya lo-gue, lo-gue aja. Maka dari itu kami tertarik mengambil bahasa Banjar secara penuh,” katanya.
Tidak hanya dari segi bahasa, mereka juga menampilkan lebih banyak sudut Kota Banjarmasin sebagai lokasi syuting, seperti kawasan Pelabuhan Pasar Baru, Pasar Lima dan Sudimampir, sampai Menara Pandang.
“Ini semua sebagai upaya kami memperkenalkan daerah juga. Dengan modal seadanya kami ingin membuktikan bahwa kita anak daerah juga bisa bikin film yang berkualitas,” pungkasnya.
Reporter : Zakir
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Ist




















