Wartaniaga.com, Banjarmasin – Kian hari harga ikan gabus atau haruan di Banjarmasin semakin melambung tinggi. Bahkan ada yang sampai menyentuh angka Rp100 ribu per kilogramnya.
Penelusuran yang dilakukan Wartaniaga.com, harga ikan haruan segar di kawasan Pasar Sederhana, Jalan Sutoyo S, Banjarmasin berada pada kisaran Rp 85 ribu hingga Rp 95ribu per kilogramnya. Sedangkan harga di Pasar Lama Banjarmasin bahkan sudah mencapai Rp100 ribu.
Salah satu penjual ikan gabus di Pasar Lama, Jalan Sulawesi, Kota Banjarmasin Hj Sanah mengungkapkan sudah 3 hari lebih harga haruan melambung tinggi.
“Dalam 3 hari itu juga pelanggan banyak yang tidak berani membeli, terutama para pedagang nasi kuning yang memerlukan ikan haruan sebagai lauknya,” ujar Sanah.
Pedagang ikan haruan lainnya di Pasar Sederhana, Andika mengatakan, harga ikan haruan perkilonya dipasar semakin hari, malah semakin naik. “Bahkan ada yang menjual Rp 95 ribu perkilonya untuk eceran,” ucapnya sembari membersihkan perut ikan haruan jualannya.
“Bahkan kemaren ada yang sampai 120 perkilonya mas, sebelumnya harga normal ikan haruan ini kisaran Rp50-60 ribu perkilonya,” tambahnya
Andika mengaku berdasar info yang ia dapat dari pedagang di tempat pelelangan ikan, harga haruan yang semakin naik itu dikarenakan faktor kekosongan stok atau pasokan dari para nelayan di Banjarmasin sendiri.
“Yang kami jual ini, haruan tambak. Bukan haruan Banjar yang dipancing oleh nelayan atau tukang pancing,” jelasnya.
Selain itu, ia menceritakan ikan haruan yang ada ini pun juga bukan haruan yang berasal dari Banjarmasin. Namun dari para petambak di Samarinda, sebutnya.
Senada dengan Sanah, Pria yang senang memakai sepatu boot ini mengeluh dengan kenaikan harga ikan haruan ini berdampak pada berkurangnya pelanggan. “Banyak yang tidak berani untuk beli mas, soalnya kalau untuk usaha lauk makanan, harus pintar pintar melakukan managemen perputaran uangnya. Kalau tidak ya rugi jualannya,” sambung Andika.
Hal tersebut di benarkan oleh Fahmi Arif dan Hj Ella yang berprofesi sebagai pedagang makanan nasi kuning.
Fahmi mengaku, untuk saat ini ia tidak lagi memakai lauk ikan haruan di menu nasi kuning jualannya. Sebagai salah satu pemilik brand makanan yang terkenal di Banjarmasin, ia mengaku Selain susah dalam pembuatannya, harga dipasaran juga berpengaruh besar terhadap porsi yang dihidangkannya.
“Makin kesini, harga haruan makin naik mas, jadi saya lebih memilih lauk lain sebagai pengganti haruan,” kata pemilik Nasi Kuning H. Thalib ini.
Prihal tersebut tidak jauh beda dengan yang dikeluarkan oleh Hj Ella, pedagang nasi kuning Kedai Ella yang berada di kawasan Jalan AKT (Antasan Kecil Timur), Banjarmasin.
Berbeda dengan Fahmi, Meski harga sudah naik, Ella tetap memakai ikan haruan sebagai lauk di menu masakannya. “Mau tidak mau kita harus menyesuaikan budget untuk membeli bahan agar menu di kedai masih tetap ada,” sebut wanita berkacamata ini.
Pasalnya, bagi masyarakat Banjar lauk ikan haruan itu sudah jadi lauk favorit masyarakat, sehingga ia harus memutar otak untuk mensiasati bagaimana agar kedainya tersebut tetap bisa menjual nasi kuning dengan lauk ikan haruan.
Kedua pedagang ini berharap ada solusi dari pihak pemerintah untuk menanggulangi kenaikan harga tersebut. Karena mereka beranggapan kalau seperti ini terus, pelanggan dan usaha kuliner yang digelutinya akan terganggu.
Reporter : Zakiri
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Zakiri



















