logo wartaniaga

Para Korban Kebakaran Tetap Dibebankan Tagihan Listrik oleh PLN

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Tega, PLN tetap bebankan biaya tagihan listrik kepada warga yang menjadi korban musibah kebakaran. Pernyataan tersebut diucapkan oleh Humas PLN Regional Banjarmasin, Teguh Wasiato, saat ditemui wartaniaga.com, Senin (16/9).

Teguh menegaskan, meski korban sekalipun beban masih menjadi perhitungan pihaknya. Alasan yang mendasar apa sehingga itu tetap dijalankan tanpa memikirkan dispensansi, itu dikarenakan biaya yang mereka butuhkan sangatlah banyak dalam perbaikan.

“Misalnya saja, perkepala saja sudah mencapai Rp 1,3 juta lalu kita kalikan ratusan KK, hal ini kami harus membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk mengganti Kwh baru, jadi untuk itu kita tidak bisa membantu dalam penghapusan biaya beban tagihan kepada korban kebakaran yang ada di Banjarmasin,” ujarnya menginformasikan

BACA JUGA:  Kalsel Buka Peluang Investasi Bidang Pengolahan

Tekait ramainya pembicaraan bahwa kebakaran disebabkan karena kesalahan PLN, hal tersebut langsung ditepis pihak PLN bahwa keamanan di rumah merupakan tanggungjawab masing – masing daerah.

Kemudian, seharusnya masyarakat hendaknya bisa memahami antara batasan pelanggan dan batas hak PLN dalam penggunaan listrik saat ini. Bahkan, hal ini pun,  jelas sudah tertuang diperaturan Kementrian BUMN.

“Sebenarnya batas hak PLN itu hanya dari Kwh saja, dan hak pelanggan harusnya dapat dipahami dalam penggunaan listrik saat ini, bahkan hal ini jelas sudah tertuang diperaturan Kementrian BUMN,” cetusnya.

“Pelanggan yang menggunakan Kwh tidak Prabayar maka akan dikenakan beban biaya sesuai daya wattnya misalnya 450 itu dikenakan perharinya Rp 4000 rupiah, sedangkan yang 900 dan 1300 Watt dikenakan kisaran biaya antara Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu rupiah,” bebernya.

BACA JUGA:  Kelayan Kecil Jadi Pilot Project Satu Hari Tanpa Sampah

Saat dikonfirmasi, mengenai berapa kerugian dari kerusakan yang disebabkan kebakaran serta hasil penyelidikannya, beliau belum bisa menyebutkan dan itu bisa terus dilaksanakan dengan sosialisasi yang akan diadakan bersama keluharan dan Damkar di daerah HKSN dan Sungai Andai.

“Mengenai kerugian dan kerusakan saya belum bisa menjawab karena masih menunggu hasil penyelidikan, saat ini kita akan fokus pada sosialisasi tentang penggunaan listrik yang aman di kelurahan HKSN dan Sungai Andai,” tutupnya.

Reporter : Riswan
Editor : Hamdani
Foto : Riswan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *