HPS XXXVIII Kalsel, Menyulap Lahan Rawa Jadi Swasembada

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Hari Pangan Sedunia ( HPS) XXXVIII  2018 ini harus menjadi  momentum swasembada beras dan mengembalikan sebutan Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai Kindai Limpuar ( berkelebihan beras,red). Demikian diungkapkan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, saat jumpa pers persiapan HPS XXXVIII di kediaman dinasnya, Kamis (11/10).

Menurutnya potensi lahan yang dimiliki Kalsel sangat luas khususnya lahan rawa, sehingga untuk mengembalikan status Kalsel sebagai Kindai Limpuar sangat memungkinkan.

Muat Lebih

“ Kita sudah buktikan bahwa 4.000 hektar lahan di Jejangkit yang merupakan  rawa dapat kita jadikan lahan pertanian dan sudah siap panen” ujarnya.

BACA JUGA:  Dharma Wanita Prov Kalsel Rayakan HUT Ke-19

Bahkan, katanya kalau yang selama ini dilakukan masyarakat hanya dapat panen setahun sekali, dengan teknologi yang tepat, saat ini sudah bisa panen 2 kali dalam setahun.

“ Dengan semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak ternyata kita mampu mengelola lahan rawa dan pasang surut  menjadi swasembada beras” kata paman Birin, sapaan akrab gubernur ini.

Selain itu, dengan dibukanya 4.000 hektar pertanian di Jejangkit mampu mengurangi polusi asap yang selama ini  sangat menggangu.

“ Sejalan dengan revolusi hijau, kita juga ditunjuk sebagai tuan rumah HPS XXXVIII 2018, maka momentum ini harus kita jadikan tonggak untuk swasembada” harapnya.

Sementara itu, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kalsel, Fathurrahman mengungkapkan secara nasional ada 30 juta hektar lahan rawa dan belum dimanfaatkan secara optimal.

BACA JUGA:  Birhasani Geram Harga Eceran Elpiji 3 kg Tembus Rp 30 Ribu

“ Khusus Kalsel terdapat 160.000 hektar lahan rawa, potensi  ini akan dimanfaatkan untuk bisa dioptimalkan menjadi lahan pertanian,” katanya.

Namun berdasarkan data pihaknya baru 10 pesen yang dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sedangkan sisianya masih berupa lahan kosong.  Potensi inilah yang kemudian dioptimalkan oleh pemprov Kalsel untuk menjadi salah satu lumbung padi nasional.

“ Inilah kenapa pada HPS XXXVIII 2018 mengangkat tema Optimalisasi pemanfaatan lahan rawa lebak dan pasang surut menuju Indonesia lumbung pangan dunia 2024” terangnya.

Bagi Fathur, sudah saatnya mengoptimalisasi lahan rawa menjadi pertanian. “ Kalau tidak sekarang kapan lagi” ucap wakil ketua HPS XXXVIII ini.

 

Reporter : Fathur Rahman

BACA JUGA:  Strategi Cafe Bertahan di Masa Pandemi

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Dokumentasi wartaniaga.com

L

Pos terkait