Pasca Ambruknya Jembatan Tanipah Pasar Desa Berpindah

  • Whatsapp
Menyeberang : Aktifitas masyarakat dibantu fery untuk menyeberang pasca ambruknya jembatan Tanipah

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Ambruknya jembatan Tanifah Kecamatan Mandastana Kabupaten Batola rupanya sangat berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi masyarakat. Buktinya, pasar mingguan yang biasanya di laksanakan setiap hari senin setelah kejadian itu berpindah ke Desa Bangkit  Baru tepatnya di depan jembatan yang ambruk.

Kebijakan ini dilakukan mengingat para penjual yang mayoritas berasal dari luar daerah desa Tanipah tidak bisa membawa dagangannya menyeberang. Pantauan wartaniaga.com aktifitas jual beli warga berjalan normal. Meski menurut beberapa pedagang tidak seramai saat pasar berada di desa Tanipah.

Muat Lebih

BACA JUGA:  Demi Kualitas, Distan Kotabaru Perkecil Jarak Tanam Sawit

“ Omset penjualan menurun 50% lebih, biasanya mencapai Rp.700-800 ribu, hari ini cuma dapat Rp. 300 ribu” ungkap Hadriansyah salah seorang pedagang

Menurutnya penurunan ini karena banyak dari penduduk yang berada diseberang tidak dapat menyeberang menuju pasar mengingat terbatasnya fasilitas penyeberangan yang ada. Selain itu, penjual barang pecah belah ini menuturkan jika harus menyeberang melewati jalan alternative harus menempuh jarak kurang lebih 5 km.

Suyud Sugiono, Camat Mandastana

Dirinya berharap secepatnya ada solusi agar pasar senin Tanipah dapat beroperasi seperti biasa. “ Semoga cepat ada penyelesainnya, sehingga kami dapat berjualan lagi di pasar Tanipah” harapnya

Sementara itu, Camat Mandastana Suyud Sugiono menuturkan terus berusaha melakukan penaggulangan sementara dengan mengadakan 4 perahu karet dan satu kapal Ferry.

BACA JUGA:  Warga Semangat Karya Gelar Lomba Dayung Antar Desa

Dirinya sadar kejadian in sangat berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi dan sosial masyarakat. Terlebih lagi ada 4 desa dengan jumlah penduduk mencapai 2 ribuan  jiwa yang berada di seberang jembatan itu.

“ Ada 4 desa diseberang sana yakni Desa Tanipah, Desa Pantai Hambawang, Desa Ramania dan Desa Tatah Alayung dengan jumlah penduduk keseluruhan 2.980 jiwa” ujarnya.

Meski terdapat jalan alternatif Suyud tetap berharap  ada bantuan dari Dinas Perhubungan supaya bisa ditanggulangi secepatnya dan dapat memberikan akses penyeberangan yang lebih baik agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.

Reporter : NH. Fikri

Editor : Didin Ariyadi

Foto : NH. Fikri

 

Pos terkait