BNN Banjarbaru Gandeng Kelurahan Syamsudin Noor Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba Lewat Seni Kuda Lumping

Edukasi cegah narkoba ke Paguyuban Kuda Lumping Turonggo Pratiwi Putro oleh BNN Banjarbaru (Foto : Ist)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Upaya mencegah penyalahgunaan narkotika terus diperkuat hingga ke tingkat komunitas. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru bersama Kelurahan Syamsudin Noor menggelar Sosialisasi Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi anggota Paguyuban Kesenian Kuda Lumping Turonggo Pratiwi Putro di RT 21 RW 05, Kelurahan Syamsudin Noor, Sabtu (20/6).

Kegiatan ini diikuti puluhan anak-anak dan remaja serta dihadiri Lurah Syamsudin Noor Fitria Khairani, tim BNN Kota Banjarbaru, Agen Pemulihan IBM, Ketua RT 21 RW 05 sekaligus Agen Pemulihan BNN Kota Banjarbaru Erwin Solihan, Ketua Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro Marsidi, pengurus paguyuban, dan para orang tua.

Dipilihnya paguyuban seni sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Komunitas ini menjadi wadah pembinaan karakter bagi anak-anak dan remaja yang dinilai rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman tentang bahaya narkoba sekaligus diajak membangun keberanian untuk menjaga diri dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Lurah Syamsudin Noor, Fitria Khairani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), yaitu program rehabilitasi BNN yang mengedepankan peran aktif masyarakat dalam pencegahan, pendampingan, dan penanganan penyalahgunaan narkoba melalui pembentukan Agen Pemulihan.

“Agen Pemulihan tidak hanya mendampingi korban penyalahgunaan narkoba, tetapi juga memberikan edukasi P4GN kepada masyarakat. Program ini mengusung konsep dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat, sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif hingga ke lingkungan terkecil,” ujarnya.

Menurut Fitria, sasaran sosialisasi sengaja difokuskan kepada komunitas seni karena menjadi tempat berkumpulnya generasi muda. Ia berharap edukasi yang diberikan mampu membentuk kesadaran sejak dini agar anak-anak memiliki keberanian menolak narkoba dan menjadi pelopor lingkungan yang sehat.

“Harapan kami, melalui pendampingan langsung dari BNN, anak-anak mampu menghindari penyalahgunaan narkoba dalam pergaulan sehari-hari. Program IBM ini juga menjadi langkah mewujudkan Kelurahan Syamsudin Noor sebagai Kelurahan Bersinar atau Bersih dari Narkoba,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai bentuk penyalahgunaan zat berbahaya, mulai dari menghirup lem, penyalahgunaan obat di luar dosis yang dianjurkan, hingga konsumsi minuman oplosan. Mereka juga diajak mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba dan didorong berani melapor kepada Agen Pemulihan apabila menemukan warga yang membutuhkan pendampingan rehabilitasi.

Ketua RT 21 RW 05 sekaligus Agen Pemulihan BNN Kota Banjarbaru, Erwin Solihan, mengapresiasi semangat para peserta yang tetap antusias mengikuti kegiatan. Menurutnya, edukasi sejak usia dini merupakan langkah penting untuk membangun generasi yang tangguh dan bebas dari narkoba.

“Anak-anak mendapatkan pemahaman tentang bahaya narkoba dan zat adiktif lainnya. Kami berharap mereka tidak hanya mampu menjaga diri sendiri, tetapi juga berani melaporkan apabila mengetahui ada teman atau warga yang membutuhkan bantuan rehabilitasi. Kami ingin paguyuban ini menjadi tempat lahirnya generasi yang mencintai seni, berkarakter, dan saling menjaga dari bahaya narkoba,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro, Marsidi, menyampaikan apresiasi kepada BNN Kota Banjarbaru, Kelurahan Syamsudin Noor, dan seluruh Agen Pemulihan atas penyuluhan yang diberikan. Menurutnya, ini merupakan kali pertama paguyuban menerima edukasi langsung mengenai bahaya narkoba.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar anak-anak semakin memahami bahaya narkotika, tetap mencintai seni dan budaya, serta menjadikan paguyuban ini sebagai rumah yang aman bagi tumbuhnya generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait