Pemkab HSS Berjuang Atasi Banjir dan Jaga Ketahanan Pangan Lewat Pengerukan Sungai

Wartaniaga.com,Kandangan – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan banjir dan mendukung ketahanan pangan di wilayahnya.

Usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalimantan Selatan rombongan Pemkab HSS yang dipimpin Wakil Bupati H. Suriani langsung bergerak cepat dengan bertemu langsung kepala Kantor Balai Sungai Kalimantan III, Senin (5/5)

Rombongan yang turut serta dalam kunjungan ini terdiri dari Kepala Bappelitbangda HSS M. Arlian Syahrial, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) HSS Tedy Sutedjo, serta Kepala Dinas Pertanian HSS Muhammad Noor.

Wakil Bupati HSS H. Suriani menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah serius pemerintah daerah dalam mengajukan permohonan pengerukan pada Sungai Amandit lama dan baru, termasuk masalah ganti rugi lahan disekitar Bendungan Amandit.

“Dampak dari pendangkalan sungai ini menyebabkan lahan pertanian di tiga kecamatan, yakni Kandangan, Kalumpang, dan Simpur, terdampak banjir,” ujarnya.

Langkah cepat ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pengerukan, sehingga aktivitas pertanian warga bisa kembali berjalan normal dan mendukung ketahanan pangan di daerah.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian HSS Muhammad Noor menegaskan pentingnya penanganan segera, agar lahan yang selama ini tergenang dapat kembali digunakan untuk menanam.

Ia juga menyoroti kendala lain yang masih menghambat, yakni persoalan ganti rugi lahan milik warga di sekitar Bendungan Amandit.

Menurutnya, masih ada warga yang menetapkan harga jual lahan di atas ketentuan. Balai Sungai meminta dukungan Pemkab HSS untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai aturan ganti rugi yang berlaku.

“Kami akan berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, karena bendungan ini manfaatnya sangat besar bagi sektor pertanian di HSS,” kata Muhammad Noor.

Dengan berbagai langkah ini, Pemkab HSS berharap pembangunan infrastruktur pengairan dan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan demi kesejahteraan petani dan masyarakat.

Reporter:Amutz

Pos terkait