Wartaniaga.com– Lingkungan hidup adalah aset berharga yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang. Pemanasan global, polusi udara, pencemaran air, dan kerusakan ekosistem menjadi tantangan serius yang dihadapi saat ini.
Oleh karena itu, perlu ada upaya bersama untuk mencari solusi yang berkelanjutan untuk masalah lingkungan ini. Mengadopsi prinsip-prinsip eco green atau ekologi hijau dalam kehidupan sehari-hari adalah solusi lingkungan berkelanjutan dan penting bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.
Konsep eco-green saat ini sudah mulai ramai diperbincangkan. Eco-green adalah sebuah konsep yang mengedepankan untuk lebih peduli terhadap lingkungan atau bisa disebut sebuah konsep yang ramah terhadap lingkungan dengan merujuk pada pendekatan yang mengintegrasikan aspek-aspek ekologi dan keberlanjutan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Ini melibatkan pemikiran ekologis dalam perencanaan, desain, penggunaan sumber daya, dan konsumsi. Pada konsep ini mengajak kita untuk back to nature.
Eco-green merupakan singkatan dari ecological green. Ecological yang dalam bahasa Indonesia adalah ekologi, berasal dari bahasa yunani yaitu dari kata oikos yang berarti habitat dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Sedangkan green yang dalam bahasa Indonesia berarti hijau bisa diartikan berubah atau menjadi hijau, untuk membuat hijau, atau untuk menjadi atau tumbuh hijau. Adapun sebagi salah satu bentuk upaya riilnya adalah dengan menciptakan pertanian organik.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Fakultas Studi Islam Prodi Ekonomi Syariah, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Untuk itu sebagai program tindak lanjut dalam hal ini KKN Uniska MAB yang diprogramkan oleh LP2M Uniska dimana Dr. S. Purnamasari sebagai salah satu DPL di desa Lawahan membimbing mahasiswa KKN untuk dapat menggali problem yang ada di Desa Lawahan dan menjadi isu penting kekinian untuk diangkat dan dicarikan solusinya bersama.
Desa Lawahan sudah beberapa tahun ke belakang tidak banyak yang bercocok tanam, dikarenakan cuaca yang tidak mendukung yaitu panas dan kering tanah serta adanya serangan hama tanaman, dan banyak pengangguran padahal luas lahannya cukup luas namun sekarang terasa panas dan gersang.
Oleh karena itu sangat urgen untuk membangkitkan kembali semangat warga untuk bercocok tanam. Untuk itu diprogramkan adanya pertanian organik. Pertanian organik ini bertujuan mengurangi pestisida dan bahan kimia yang merusak lingkungan. Dengan demikian ke depannya dapat mengonsumsi makanan organik dari pertanian berkelanjutan membantu mengurangi paparan zat beracun dan mendukung praktik pertanian ramah lingkungan.
Penerapan prinsip-prinsip eco green living tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki dampak positif pada kesehatan individu dan ekonomi global. Mengurangi emisi karbon dapat membantu mengurangi polusi udara, yang pada gilirannya dapat mengurangi tingkat penyakit pernapasan dan meningkatkan kualitas udara. Selain itu, mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dapat membuka peluang ekonomi baru, seperti industri energi terbarukan dan teknologi hijau, yang dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memacu inovasi.
Program KKN di Desa Lawahan yaitu dengan pelestarian sumber daya alam melalui praktik pertanian yang ramah lingkungan, dan pelestarian ekosistem melalui memperhatikan pentingnya menjaga keragaman hayati dengan melibatkan konservasi habitat alami dan upaya untuk menghentikan deforestasi dengan upaya memprogramkan memotivasi pemberian macam macam bibit tanaman seperti sayur-mayur, kacang-kacangan, buah-buahan, cabai, petai dan jengkol dan memberikan contoh dalam menanam yang baik dan benar serta memberikan pelatihan dalam packaging bahkan pemasaran online ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memacu inovasi dalam berkarya/berwira usaha bahkan menghasilkan pendapatan serta yang lebih utama lagi tentunya menciptakan eco green living yang bermanfaat untuk masyarakat luas. Pada masa KKN ini Dr. S. Purnamasari sendiri dianugerahi sebagai DPL terbaik.
Penulis : Dr S. Purnamasari
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Fakultas Studi Islam Prodi Ekonomi Syariah, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

















