Kalla Group Incar Kalsel Bangun Tenaga Listrik Arus Sungai

PLTA Poso berkapasitas 515 MW yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, pada Jumat (25/2/2023). Sumber foto : kalla.co.id

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Perusahaan manufaktur Indonesia, Kalla Group, ingin membangun pembangkit listrik aliran arus sungai di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Keinginan itu diketahui saat pertemuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, dengan manajeman Kalla Group di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kepala DPMPTSP Kalsel Endri menyebut, pembangkit listrik itu tidak membutuhkan bendungan. Melainkan hanya memanfaatkan derasnya aliran sungai agar mampu memutar turbin hingga menghasilkan listrik.

“Jadi sistemnya dengan membikin aliran baru berbentuk belokan dari sungai induk. Di belokan tersebut turbinnya diletakkan sehingga arus air lebih kencang,” ujar Endri, Rabu (28/6/2023).

Endri menuturkan, agar mendapat arus besar untuk menggerakkan turbin itu, lokasi pembangkit harus berada di wilayah pegunungan.

Kedalaman sungai menurutnya harus konsisten. Tidak boleh mengalami kesurutan meski musim kemarau.

“Kalau bisa terwujud, bukan hanya berdampak pada peningkatan energi baru terbarukan (EBT) Kalsel, tetapi juga mengurangi resiko terjadinya banjir,” bebernya.

Kalla Group sendiri pada Februari 2022 lalu telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Poso, Sulawesi Tengah.

PLTA itu dinilai merupakan yang terbesar di Indonesia Timur dengan besaran energi yang dihasilkan mencapai 515 MW.

Reporter : Syahril Anwar
Editor : Nirma Hafizah

Pos terkait