Wartaniaga.com-Penyandang Disabilitas sangat rentan saat terjadi bencana.kerentanan sosio-ekonomi dan fisik membuat mereka lebih rawan terhadap bencana.Namun mereka disayangkan,penyandang disabilitas cenderung diabaikan dalam sistem kesiapsiagaan dan tanggap darurat.kesadaran dan pemahaman terhadap bencana serta bagaimana mengatasinya.
Dikarenakan keterbatasan kemampuan fisik;bantuan mobilitas atau pendamping yang tepat,penyandang disabilitas seringkali sangat kekurangan pertolongan dan pelayanan evakuasi;akses kemudahan,lokasi pengungsian yang baik,air dan sanitasi serta pelayanan evakuasi;akses kemudahan,lokasi pengungsian yang baik,air dan sanitasi serta pelayanan lainnya.kondisi emosional dan trauma akibat bencana selama situasi krisis terkadang berakibat fatal dan jangka panjang bagi penyandang disabilitas.
Kesalahan intepretasi atas situasi gangguan komunikasi membuat penyandang disabilitas lebih rentan pada saat situasi bencana. Perlu diperhatikan,bahwa bencana alam memunculkan kelompok penyandang disabilitas yaitu korban luka atau malfungsi organ tubuh yang akan mengalami disabilitas apabila tidak ditangani dengan baik; penyandang disabilitas sebelum bencana yang akan mengalami disabilitas bila akses dan sarana prasarana kesehatan mereka rusak akibat bencana.
Kelompok tersebut mengalami persoalan yang hampir sama dalam situasi bencana,saat fasilitasi dan penangan yang diperoleh tidak tepat dengan kebutuhan mereka sehingga penderitaan dan kerentanan yang dialami menjadi berlipat jika dibandingkan korban bencana lain.
Penghargaan hak-hak Asasi Manusia penyandang disabilitas haruslah tercermin dalam semua aspek kehidupan,termasuk dalam usaha manajemen dilakukan melalui: (Njelesani,Cleaver,Tataryn dan Nixon 2012 )
1. Membuat kesepakatan dengan penyandang disabilitas,secara teratur meninjau ulang komitmen tersebut.
2. Melibatkan penyandang disabilitas pada posisi kepemimpinan dan proses perumusan kebijakan.
3.Melatih staf dan pengawai dalam menghadapi dan menangani penyandang disabilitas.
4.Membangub sebanyak mungkin desain yang universal,misalnya jalan yang landai di fasilitasi umum seperti terminal,bandara,stasiun,dan jalan umum lainnya.

















