Wartaniaga.com, Banjarmasin-Harga sembako yang belakangan mengalami kenaikan, terutama pada menjelang Ramadhan, tidak membuat harga masakan khas Banjar di sekitaran wisata kuliner Benua Anyar ikut naik.
Nor Asiah, pemilik warung kuliner Khas Banjar Lanting Gulu, mengataan harga tiap menu makanan di warungnya tidak ada kenaikan.
“Alhamdulillah, kami tetap stabil dengan harga standar. Kenaikan harga bahan pokok dan sembako yang sudah terjadi sejak sebelum Ramadhan tidak mengubah harga makanan, kami berusaha agar pelanggan tetap nyaman dan kami tetap untung” katanya, Kamis (14/4) malam.
Diungkapkannya, harga makanan khas Banjar yang mampu stabil sampai hari ini dikarenakan adanya pengelolaan dan pembuatan makanan yang lebih efisien tetapi tetap menjamin kualitas.
“Memang sedikit banyak ada pengaruhnya terhadap keuntungan, tetapi kami sebisa mungkin membuat agar harga tidak naik dengan pengolahan makanan yang lebih diperhatikan” ujar Asiah.
Meski masakan khas Banjar biasanya lebih banyak mengandalkan bahan pokok, juga rempah-rempah yang beragam, harga makanan bisa tetap seperti biasa.
Saat ditanya mengenai keuntungan yang didapatkan, terutama sebelum dan ketika Ramadhan menurut Asiah tidak terlalu jauh berbeda.
“Memang ada perbedaan sebelum dan hari ini Ramadhan, tetapi jumlah pengunjung rata-rata sama, karena itu sebisa mungkin membuat harga bersahabat”jelasnya.
Sementara itu, Acil Idam salah seorang karyawan di warung Jukung Julak juga bicara hal senada.
“Mulai bulan semalam kan naikan bahan pokok, tapi kami di sini tidak menaikan untuk harga masakan-masakan banjar” ujarnya
Untuk penjualan sendiri, menurutnya di warung Jukung Julak juga tidak terlalu jauh berbeda dengan hari-hari biasanya.
“Alhamdulillah, biasanya membuat 300 porsi habis. Dan yang banyak dipesan terutama Ramadhan ini Nila dan Patin” ucapnya.
Reporter : M Syafi’i
Editor: Nirma Hafizah



















