JMSI sendiri, tegas Teguh kemudian, akan selalu menjadi faktor yang akan memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan bangsa, dengan melahirkan karya jurnalistik yang baik dan profesional.
Deklarasi JMSI ini, katanya lagi, merupakan rumusan pokok-pokok pikiran yang dilahirkan oleh Pengurus Daerah (Pengda) JMSI dari penjuru Nusantara yang hadir saat Rapimnas di Batam.
Saat ini, China telah mengklaim bahwa Natuna merupakan wilayah teritori negata itu yang masuk dalam kawasan Laut China Selatan. Ketegangan antara Indonesia dan negara tirai Bambu itu kerap terjadi. Baik berupa nota protes, dan bahkan unjuk kekuatan militer.
Beberapa kali, provokasi China lewat Kapal Perangnya, masuk ke perairan Natuna, dan mengganggu nelayan Indonesia saat mencari ikan. Bahkan, protes China meminta negara kita untuk menghentikan seluruh aktivitas pengeboran minyak dan gas di kawasan itu.
Bukan tidak mungkin, eskalasi konflik terkait Natuna dapat meluas, dan hal itu membutuhkan semangat dari seluruh komponen bangsa, untuk menjaga, merawat dan mempertahankan setiap jengkal wilayah Indonesia, sebagaimana Deklarasi JMSI yang dibacakan Teguh Santosa.
Insan pers di nusantara, memiliki peran penting, untuk menggelorakan semangat menjaga keutuhan bangsa, sebab, jika Natuna dapat direbut, maka kemungkinan daerah-daereah lain juga akan bernasib berupa. Deklarasi JMSI yang dibacakan Teguh Santosa, dan Deklarasi Juanda 1957, adalah ikhtiar dan semangat anak bangsa, untuk terus menjaga, dan mempertahankan keutuhan wilayah Nusantara.
Sumber : JMSI Kepri




















