Jokowi Larang Indonesia Ekspor Bahan Mentah

“Ini berarti permintaan itu ada dan semakin membaik artinya manufactur, pabrik akan semakin berproduksi,”ujar mantan gubernur DKI ini.

Selain itu, beliau mendapat laporan dari Menkeu Sri Mulyani bahwa pencapaian dari pajak sangat baik, bea dan cukai juga sangat baik, BNBP juga sudah melebihi dari 100% semuanya berjalan dengan sangat baik.

“Pertumbuhan ekonomi mencapai 18,2% yoy angka yang sangat besar sekali, tetapi sekali lagi ketidakpastian itu selalu mengintip hati-hati. Kita harus tetap optimis tapi harus selalu hati-hati,”bebernya.

Dia menambahkan bahwa keberlanjutan tranformasi ekonomi tidak boleh berhenti, reformasi struktural juga tidak boleh berhenti karena ini menjadi basic setelah kita memilik infrastruktur.

Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah, pro material. Dimulai dari Stop ekspor Nikel mentah, kemungkinan tahun depan stop ekspor boksit, tahun depannya lagi stop tembaga, tahun depannya lagi stop timah.

“Kita ingin bahan-bahan mentah tersebut diekspor dalam bahan setengah jadi atau barang jadi, karena yang kita inginkan adalah nilai tambah atau value added,”terangnya.

Pos terkait