Laba Merosot, PDAM Bandarmasih Diminta Tingkatkan Layanan, Bukan Cuma Kejar Setoran

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Terdampak pandemi covid-19 PDAM Bandarmasin mengalami penurunan laba di tahun 2020 sebesar Rp 6 milliar. Demikian dikatakan Direktur PDAM Bandarmasih, Ir Yudha Acmadi pada sejumlah wartawan,di Banjarmasin Rabu (8/9).

Menurutnya, hasil audit keuangan tahun buku 2019 sebelum terjadinya wabah corona, perusahaan milik Pemko Banjarmasin ini mengantongi laba Rp 17,7 milliar. Jumlah ini turun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebasar Rp 20,5 miliar atau merosot Rp 2,5 milliar.

“ Di tahun 2020 mengalami penurunan lagi sekitar Rp 6 milliar. Laba kita hanya diangka Rp 11,11 milliar jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Yudha.
Dirinya mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab merosotnya laba perusahaan yang memproduksi air bersih ini.

BACA JUGA:  Totalitas Gubernur Kalsel Wujudkan Lumbung Padi Nasional

“ Disebabkan berbagai faktor, antara lain inflasi karena biaya operasional, kebijakan penurunan beban dan berkurangnya pendapatan dari sektor hotel, industri, restoran disebabkan adanya pandemi covid-19 ini,” terangnya.

Yudha juga membeberkan jika sebelumnya PDAM Bandarmasih bisa menyumbang PAD sebesar Rp 8 milliar tetapi karena kondisi ini hanya mampu Rp 5 milliar.

Sementara itu salah seorang pelanggan PDAM Bandarmasih, M Pazri, SH MH menilai harusnya PDAM Bandarmasih bekerja secara profesional dan mengedepankan standar pelayanan publik bukan berpikir cari untung terus dengan memenuhi target stor ke kas daerah.

“ Di slip pembayaran bisa kita lihat ada juga retrebusi Rp 3500-4000 dibebankan ke pelanggan kemana uangnya selama ini dari dulu, dipergunakan buat apa, ini kali berapa ribu pelanggan? Dulu dalam slip terteranya retrebusi sampah, sekarang tertera retrebusi apa itu? karena bila sampah, warga juga masing-masing buang sampah sendiri dan bayar lagi di komplek atau gang masing masing mandiri. PDAM perlu perbaiki transparansi pelayanan,itu penting sehingga kita tidak su’udzon,” papar pria yang juga Direktur Borneo Law Firm ini.

L

Pos terkait