Petani Kabupaten Banjar Terancam Tidak Dapat Lakukan Penanaman Bibit

  • Whatsapp
Fahrani S,Pd.I, M.SI

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Petani Kabupaten Banjar terancam tidak bisa melakukan penanaman akibat bibit padi mengalami pembusukan imbas banjir Kalimantan Selatan.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Fahrani S,Pd.I, M.SI, mengatakan berdasarkan pantauannya masyarakat Kalsel yang mayoritas sebagai petani tidak bisa melakukan penanaman padi.

“Hampir 70 persen lahan pertanian di Kabupaten Banjar terendam banjir,” ucapnya, Kamis (18/2).

Ia menjelaskan pada masa tanam bibit padi (melacak anakan) terendam banjir dan membusuk, sehingga terancam penanaman benih padi lokal Banjar.

“Memang ada solusi di beberapa daerah dengan memanen anakan dari sisa panen yang lalu, untuk disemai kembali,” ujarnya.

Selain itu, pada saat kunjungan Menteri Pertanian pada saat ini yang dipedulikan hanya masalah pertanian, sedangkan untuk buah jeruk, rambutan, dan perikanan, tidak terakomodir bantuan pasca banjir.

BACA JUGA:  Sambut Malam Tahun Baru, Pedagang Arang Siapkan 2 Ton

Lanjutnya, salah penyumbatan pendapatan terbesar untuk masyarakat Kabupaten Banjar adalah pertanian jeruk dan perikanan. ” Saat ini bibit sangat langka, dan bibit ikan hampir semuanya terlepas, akibat banjir yang melanda,” bebernya.

Oleh karena itu, masyarakat sangat mengharapkan bantuan bibit perikanan dan pertanian untuk dapat melangsungkan pemulihan ekonomi.

“Kami melalui reses kemarin, menyikapi hal itu menjadi sebuah pokok pikiran untuk dimasukkan dalam pembahasan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” imbuhnya.

 

Reporter: Aditya

Pos terkait