5 Unit Huntara Mulai Dibangun di HST

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Ikatan Arsitek Indonesia Kalimantan Selatan ( IAI-Kalsel) bangun Hunian Sementara (Huntara) untuk korban banjir Kalsel.

Ketua Tim Relawan Arsitek Peduli Banua, Akbar Rahman mengatakan hingga Minggu (14/2/2021) telah berjalan pembangunan sebanyak lima unit Huntara.

“Lokasi pembangunan Huntara tersebut terletak di Desa Baru, Wake, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), sebanyak 3 unit,” ucapnya.

Lanjutnya, 2 unit lainnya berlokasi di Desa Alat, Kecamatan Hantakan. Dari 5 unit tersebut, 3 unit sumbangan dari berbagai donasi yang dikelola oleh IAI Kalsel dan 2 unit lain dibangun oleh Pemda Kabupaten HST.

“Pembangunan Huntara di Kabupaten HST direncanakan akan dibangun sebanyak 11 hingga 12 unit,” ujarnya.

Lebih lanjut, 6 unit yang akan dibangun oleh Pemda HST melalui Dinas Perkim sedangkan 6 unit lainnya dibangun melalui donasi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalsel.

BACA JUGA:  Dewan Kalsel Bakal Lakukan Pengawasan Terhadap Ketersediaan Pangan Pasca Banjir

Ia menjelaskan beberapa kendala ditemui dalam pembangunan Huntara tersebut. Seperti kendala pembangunan tersebut seperti naiknya harga material bangunan, kondisi cuaca yang sering hujan serta sulitnya mobilisasi material karena jalan dan jembatan yang putus.

Selain itu jumlah tenaga kerja yang tersedia juga masih minim. Meski beberapa hal itu menghambat proses pembangunan. Tapi tim terus mencari solusi agar pembangunan bisa cepat diselesaikan.

Seperti membawa material langsung dari Banjarmasin. Baik material yang dibeli oleh tim maupun material yang diberikan oleh berbagai pihak.

Untuk mengatasi minimnya tenaga kerja, tim relawan juga memberdayakan warga lokal untuk terlibat dalam pembangunan. Selain itu juga hadir relawan pembangunan dari Majelis Muhbbatussholihin Martapura dan Majelis Raudhatul Ikhwan Banjarbaru.

BACA JUGA:  Sikapi Covid-19, Bupati Sukamta Rumuskan Strategi Khusus Bangkitkan Ekonomi Tanah Laut

Sampai saat ini masih diperlukan pembangunan untuk 5 hingga 6 unit Huntara lagi. Karenanya masih diperlukan bantuan dari berbagai pihak. Baik dalam bentuk donasi maupun material bangunan.

Selain itu juga sangat diperlukan kehadiran para relawan, khusunya yang mempunyai keahlian dalam pertukangan dan konstruksi baja ringan.

 

Editor: Aditya

Pos terkait