Mengenal Mata Uang Digital, Antara Investasi dan Transaksi

Foto : Freepic

Selain itu, tambahnya perlu diperhatikan apakah coin tersebut ada di e-changer ( tempat  penukaran uang digital, red). Jika tidak ada, sebaiknya jangan dipilih karena akan susah untuk mencaikannya ke rupiah, dollar atau mata uang lainnya.

“ Di Indonesia saat ini ada 10 e-changer yakni  Tokocrypto, Pintu, Indodax, Triv, Rekeningku.com, UpBit Indonesia, Luno, Bitocto, ZIPMEX dan Digitalexchangeid, sebaiknya pilih coin yang ada di sana agar mudah menukarkannya,” papar Dimas.

Dimas

Sedangkan terkait investasi, pria yang saat ini juga trading uang digital ini menyarankan memulainya dari yang kecil-kecil saja.

“ Sebagian besar orang menyebut coin ini adalah asset digital, ia bisa menjadi investasi yang sangat menguntungkan, bahkan kenaikannya bisa melebihi kecepatan emas dan property,” ungkapnya.

Bukan itu saja, karena sistem blockchain tidak memungkinkan mata uang sama melakukan dua transaksi berbeda, jadi tidak akan ada pemalsuan uang digital.

Namun, di balik itu juga ada resiko-resiko dalam berinvestasi uang digital, antara lain  sulit memprediksi nilai mata uang di masa depan, sehingga potensi kerugian lebih besar. Kadang nilai tukar mata uang digital ini juga terlampau tinggi.

Dan berinvestasi dengan cryptocurrency mengharuskan mempunyai dompet digital. Lupa password atau pin masuk dompet digital bisa jadi petaka dalam penyimpanan uang digital tersebut.

Untuk itu, lanjut Dimas  perlu ada mentor yang harus membimbing agar tidak salah langkah dalam memilih coin serta transaksi nantinya. “ Keuntunganya memang menggiurkan tetapi juga harus berhati-hati, istilahnya high risk high return,”pungkasnya.

Editor : Didin Ariyadi

Pos terkait