Di sisi lain, pihaknya terus melakukan edukasi ke masyarakat khususnya para peternak. Hal penting seperti mengingatkan agar tak sembarang untuk melakukan persilangan guna mempertahankan keaslian genetika itik Alabio sebagai bangsa itik khas yang merupakan plasma nutfah asli Indonesia khususnya di daerah perkembangbiakan alaminya di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Dalam riset ilmu pengetahuan, sambung pejabat yang dikenal dekat dengan awak media ini, disebutkan data sidik jari DNA Itik Alabio telah berhasil ditemukan Rini Fajarwati, drh, MVet dari hasil penelitiannya pada Program Studi S3 Sains Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dengan judul disertasi “Strategi Pengembangan Itik Alabio (Anas platyrhynchos Borneo), Berdasar Keragaman Gen CO1 dalam Rangka Pelestarian Berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Selatan”.
“Disertasi Rini yang baru saja diujikan dan mendapatkan nilai A untuk kelulusan Program Doktor, sangat membantu kami dalam rangka pengembangan itik Alabio lebih jauh kedepannya. Tentunya dukungan penuh semua pihak termasuk Gubernur Kalsel,” tandas Suparmi.
Sokongan pemerintah pusat untuk menjaga dan mengembalikan performance itik Alabio juga telah dilakukan melalui UPT Balai Pembibitan Ternak Unggul di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Sehingga untuk itik sudah ada unit khusus dalam pembibitannya dan saat ini tengah dilakukan pengembangan itik Alabio Master.
Editor : Nirma Hafizah




















