Ibadah Umroh di Buka, Ini Syarat Calon Jemaah

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Pemerintah Saudi Arabia dan berbagai Lembaga akan melaksanakan pembukaan Umrah tahap ketiga per 1 November 2020 atau 15 Rabiul Awal, sesuai dengan ketentuan Protokol Kesehatan yang sangat ketat.

Ketua Forum Komunikasi Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh dan Haji Khusus (Patuh) Kalimantan Selatan, Saridi Salimin mengatakan aturan yang akan diterapkan pada fase ketiga sangat ketat.

“Kelompok Usia yang diperbolehkan datang untuk Umroh berkisar antara 18 sampai 50 tahun, sesuai dengan Persyaratan Kementrian Kesehatan,” ujarnya, saat jumpa pers, Kamis (29/10).

Ia menjelaskan test Polymerase Chain Feaction (PCR) Negatif 72 Jam sebelum landing, artinya bahwa calon jamaah harus melakukan PCR atau Swab 3 hari sebelum landing di Saudi.

BACA JUGA:  Sarjana Paling Banyak Mencari Kerja di Job Fair 2017

Lanjutnya, sertifikat atay surat PCR dengan hasil Negatif yang menyatakan bahwa Jama’ah bebas dari Virus Corona yang dikeluarkan oleh laboratorium yang handal, dari negara umrah untuk jam pengambilan sampel tidak melebihi sampai 72 jam waktu keberangkatan Saudi Arabia.

“Jamaah harus melalukan PCR di Rumah Sakit yang dianjurkan, yaitu di RS Halim Perdana Kusuma,” ungkapnya.

Pada saat pelaksanaan Umrah, Shalat dan ke Raudhah calon jamaah harus mengajukan reservasi melalui Aplikasi eatmarna. Sesuai dengan Kontrol dan penyerapan Kapasitas aplikasi Eatmarna.

Setiap jemaah diberikan pemahaman tindakan pencegahan Covid-19 yang harus diterapkan sepanjang perjalanan, dari hari kedatangan di Saudia hingga kembalinya.

Perlu diketahui, jemaah Umroh Kalimantan Selatan harus berangkat ke Jakarta 3 hari sebelum melakukan perjalanan untuk melakukan test PCR.

BACA JUGA:  Disbunak Klaim Stok Hewan Korban Kalsel Aman

“Saat berada di Tanah Suci, jemaah juga melakukan karantina selama 3 hari sebelum melakukan kegiatan ibadah,” bebernya.

Selain itu, jamaah hanya diperkenan 1 kali Umrah yang terdiri dari Thawaf, Sa’i, dan Tahallul, sedangkan shalat 5 waktu di Masjidil Haram dibebaskan.

Sementara itu, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa bersabar, menunggu kondisi dan situasi aman, terhindar dari pandemi Covid-19.

Reporter : Aditya

Pos terkait