Ditangan Mulyadi, Limbah Kayu Jadi Rupiah

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarbaru- Istilah hanya bermodal kreativitas ternyata benar-benar menjadi modal bagi Mulyadi. Betapa tidak, di tengah tidak memiliki pekerjaan karena imbas dari pandemi corona, memaksanya untuk memaksimalkan kreavitas untuk mendapatkan rupiah.

Melihat banyaknya limbah akar kayu yang ada disekitar tempat tingganya di kawasan Syamsuddin Noor kota Banjarbaru menginspirasinya untuk memanfaatkan limbah iti menjadi furniture.

Alhasil, berbekal semangat dan pengalaman sebagai tukang bangunan ia mampu membuat beberapa furniture yang memiliki nilai jual.

” Awalnya coba-coba saja, eh ternyata banyak yang suka dan membelinya,” ungkapnya saat Wartaniaga.com berkunjung ke rumahnya di jalan Tambak Langsat komplek Griya Ramania Blok A1, kelurahan Syamsudin Noor Banjarbaru, Kamis (28/10).

BACA JUGA:  Menanam Porang, 1 Hektar Bisa Menghasilkan Ratusan Juta Rupiah

Meski belum begitu berpengalaman membuat furniture dari limbah akar-akaran ini, namun dirinya optimis mampu menghasilkan karya yang bernilai rupiah seperti rak bunga, kursi, meja dan lainnya.

” Rasanya ini tergantung kreativitas, feeling dan imajinasi saja. Perlu di raba-raba dan dirancang terlebih dahulu sebelum mengerjakan satu karya,” ucap pria yang akrab di sapa pak Mul ini.

Dikatakannya, pengerjaan produknya ini juga tergantung pada suasana hati, jadi tidak bisa ditarget harus selesai 1 hari.

” Bisa saja satu hari selesai 1, tapi bisa juga 2 sampai 3 hari,” paparnya seraya menambahkan ketika lagi senang, maka bekerjanya semangat.

Adapun harga jual yang ditawarkan Mulyadi untuk satu produk berkisar antara Rp 500 ribu sampai Rp 3 jutaan, tergantung kesulitan dan bahan yang digunakan.

Pos terkait