Gakkumdu Resmi Hentikan Kasus Dugaan Pelanggaran Pilkada Kalsel

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu), terkait dugaan tindak pidana pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur Kalsel dan Wakil Gubernur tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Hal tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan pengkajian selama 5 (lima) hari di tempak kejadian perkara (TKP), barulah mendapat keputusan.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggan Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie mengatakan berdasarkan hasil pengkajian terdapat tidak adanya fakta-fakta salah satu pasangan calon (H Sahbirin Noor – H Muhidin) ajakan untuk memilih atau tidak memilih salah satu paslon.

“Tidak ditemukan fakta dari keterangan para saksi terkait yang memberikan uang sebesar Rp 50 ribu,”ungkapnya, Rabu (7/10).

BACA JUGA:  Bumi Putera Berbagi Premium Gratis Pada Haul Guru Sekumpul

Lanjutnya, dugaan tindak pidana juga tidak terdapat kesesuaian antara dari saksi satu dengan saksi yang lainnya, serta persesuaian bukti lainnya.

Berdasarkan fakta hukum tersebut, dugaan tindak pidana pelanggaran pemilu dengan pelapor atas nama Julkani tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan.

“Tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan, karena tidak cukup bukti, dan tidak ada persesuaian keterangan para saksi, sebagai mana yang di norma pada pasal 187a Undang-undang 10 tahun 2020,” bebernya.

Selain itu, Dirinya menjelaskan terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), akan di serahkan kepada Komisi ASN yang diduga melanggar.

“Semua calon untuk mentaati setiap tahapan pemilu, dan mematuhi protokol kesehatan,” harapnya.

BACA JUGA:  Kalsel Menjadi Wilayah Terbesar Penanaman Mangrove

Penulis : Aditya

Pos terkait