Dua Perusahaan ini Jadi contoh Perkebunan Siap Cegah Karhutla

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin – Dinilai sebagai perkebunan sawit yang patut dicontoh dalam kesiapan pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), membuat PT.SAM dan PT.TBM mendapat apresiasi dari GAPKI Kalsel. Organisasi yang membawahi perusahaan perkebunan sawit ini pun mengaku bangga, karena perusahaan dari  grup Astra Agro Lestari  mampu mengelola manajemen pencegahan dan penanganan bencana karhutla dengan baik dan siap.

Terbukti Supervisi Karhutla Mabes Polri mengapresiasi kesiapan tersebut. Keduanya pun dianggap perusahaan perkebunan kelapa sawit yang paling siap dalam mengantisipasi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“ Tentunya ini menjadi motivasi tersendiri bagi anggota Gapki Kalsel lainnya. Baik PT.SAM dan PT.TBM bisa dijadikan contoh bagaimana kesiapannnya dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang lebih baik dan profesional. Artinya kita itu serius membantu pemerintah dalam hal pencegahan karhutla,” kata Ketua Gapki Kalsel Eddy S Binti, kepada wartawan, Jumat (16/10).

BACA JUGA:  Gas Melon di Banjarmasin Masih Kurang 800 Tabung

Apresiasi sendiri sambung Eddy tentunya juga akan mendorong semua perusahaan perkebunan sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalsel menjalankan prosedur dan penatalaksanaan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan yang lebih baik dan profesional.

“ Gapki Kalsel sendiri sangat concern terhadap penanganan karhutla. Ini kami realisasikan dengan melakukan kerjasama melalui Mou Karhutla dengan Polda Kalsel. Salah satu yang tertuang adalah Peningkatan Kerja Sama, koordjnasi dan komunikasi dalam pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Eddy.

Karena itulah dengan adanya Mou dengan Polda Kalsel, perusahaan perkebunan sawit selalu bersama-sama Polri dan pihak lainnya mencegah dan ikut menangani langsung bencana kebakaran hutan dan lahan.Tentunya setiap perusahaan juga bisa memenuhi standar dalkarhutla sesuai Permentan No.5/2018.

Pos terkait