Adapun kemajuan lain yang diraih Pemkot Banjarmasin adalah, Program pembentukan Wira Usaha baru (WUB) yang tertulis dalam satu dari tiga visi dan misi Pemko Banjarmasin, dimasa pemerintahan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin H Hemansyah telah rampung dikerjakan, bahkan melampaui target.
Ditahun keempat duet Ibnu-Herman (tahun 2020-red), tercatat sekitar 2.847 WUB berhasil mereka ciptakan melalui campur tangan 7 SKPD lingkup Pemkot Banjarmasin. Lalu program apa lagi yang kini akan dilakukan Pemko Banjarmasin terhadap ribuan WUB tersebut.

Adapun tujuan utama lainnya yakni, menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota sungai di daerah otonomi ekonomi Kalimantan tahun 2025, dalam bentuk pembenahan sungai-sungai untuk kepentingan transportasi dan pariwisata. Tulisan di atas merupakan salah satu visi dan misi pembangunan dimasa kepemimpinan Ibnu-Herman. Visi dan misi tersebut pun akhirnya terwujud.
Buktinya, penghargaan atas keberhasilan pembangunan dalam bentuk pembenahan sungai, satu persatu mampir di Balai Kota Banjarmasin, Diantaranya, penghargaan dari Asian Townscapes Jury’s Award (ATA Award) di Yinchuan, Negara China pada Bulan Desember 2017, yang dipersembahkan oleh warga Banjarmasin bernama Novita Ratnasari dan Reny Revariah, yang kemudian sangat diapresiasi Pemko Banjarmasin.

Lebih membanggakan lagi, katanya saat itu, di Indonesia tidak ada kota dengan destinasi unggulan berbasis sungai, oleh karena itu tidak heran kalau Kota Banjarmasin dijuluki kota seribu sungai. Selain mendapatkan penghargaan tersebut, pembangunan fisik untuk membuat kota ini benar-benar menjadi water front city juga telah dilakukan Pemko Banjarmasin.

Penulis : Ahmad Yani



















