Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin dibawah komando H Ibnu Sina dan H Hermansyah telah memutuskan untuk menghidupkan kembali pasar tradisional tersebut.
Ada beberapa perbedaan antara pasar terapung yang baru diresmikan wali kota Banjarmasin, H Ibnu Sina itu dibandingkan dengan pasar terapung terdahulu. Diantaranya, jika pengunjung dan pedagang biasanya melangsungkan transaksi jual belinya di Muara Sungai Kuin, kini dipusatkan di sebuah dermaga depan Makam Sultan Suriansyah.

Selain itu, waktunya pun tidak setiap hari. Pasar Terapung Kuin terdahulu buka setiap hari, pasar terapung saat ini hanya buka setiap Sabtu dan Minggu pagi, atau akhir pekan.
Lain Pasar Terapung, lain lagi objek wisata alami dengan mengandalkan sungai menjadi objeknya, yakni Wisata Selanjung Kampung Sungai Biuku yang terletak di kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Meski tidak seramai wisata lainnya, namun Selanjung Kampung Sungai Biuku ini bisa menjadi alternatif destinasi wisata keluarga yang mengasikan. Apalagi di wisata ini tidak dipungut bayaran alias gratis.
Selain itu pula, akses menuju ke tempat ini juga tidak terlalu jauh hanya sekitar 4 kilometer dari taman Siring Nol Kilometer Banjarmasin. Objek wisata ini sangat menonjolkan keseharian serta aktivitas di sungai dan pemukiman warga setempat sebagai penduduk Banjarmasin yang berada dibantaran sungai.
Ditambah suasana pemandangan aliran sungai yang bersih dan rimbunnya pepohonan serta jukung rental, membuat wisatawan yang datang kesana akan betah bertahan untuk menghabiskan waktu dan menghilangkan penat.

Secara swadaya, masyarakat setempat mendandani objek wisata dengan hias hiasan menarik dan mempercantik ornamen kawasan Selanjung Desa Sungai Biuku agar lebih menarik pengunjung.
Bahkan objek wisata itu dibuat lebih menarik lagi dengan ditambahkannya Gapura atau pintu gerbang selamat datang yang baru-baru ini diresmikan oleh Walikota H Ibnu Sina.



















