Wartaniaga.com, Kandangan– Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hingga 2026, setidaknya ada 110 inovasi berbasis digital dari total 217 inovasi daerah yang terdaftar di Kabupaten HSS.
Tak hanya mengejar jumlah aplikasi, Pemkab HSS juga memastikan inovasi digital yang telah dibangun benar-benar efektif, aman, mudah digunakan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Untuk itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) HSS melakukan Kajian Audit Teknologi, Pengalaman Pengguna dan Kematangan Digital Inovasi Daerah Tahun 2026.
Audit tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan akademisi Politeknik Hasnur dan tim peneliti HAFECS Research & Publication.
Sebanyak 20 sampel aplikasi utama yang digunakan untuk mendukung pelayanan masyarakat dan tata kelola pemerintahan menjadi objek evaluasi.
Audit dilakukan dengan melihat sejumlah aspek penting, mulai dari kualitas produk digital, pengalaman pengguna atau user experience (UX), aksesibilitas, performa sistem, keamanan data hingga kualitas konten multimedia.
Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya Pemkab HSS memperkuat penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Komitmen tersebut sebelumnya juga membuahkan hasil. Kabupaten HSS berhasil meraih Indeks SPBE sebesar 4,09 dengan predikat Sangat Baik pada 2024.
Hasil kajian menunjukkan inovasi digital di HSS banyak berkembang pada sektor reformasi birokrasi dan kesehatan. Dari portofolio yang diaudit, sekitar 50 persen berada pada sektor reformasi birokrasi, sedangkan 35 persen lainnya bergerak di bidang kesehatan digital.
Layanan Kesehatan Makin Digital
Salah satu instansi yang aktif mengembangkan inovasi digital adalah Rumah Sakit Daerah (RSUD) Brigjend H. Hasan Basry Kandangan.
Sejumlah layanan digital dikembangkan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. Di antaranya ROKET untuk registrasi pasien secara daring, SI KOMAR yang menyediakan informasi ketersediaan kamar secara real-time, serta e-Resep untuk mendukung proses resep obat secara elektronik.
Ada pula Lanjung, yang dikembangkan sebagai layanan antar obat, serta berbagai sistem internal untuk mendukung pengelolaan rumah sakit.
Digitalisasi tersebut diharapkan dapat memangkas proses layanan yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga.
Dorong Birokrasi Lebih Transparan
Transformasi digital juga menyentuh sektor tata kelola pemerintahan.
Sejumlah aplikasi seperti SENADA+, yang menjadi basis data inovasi daerah, SI HADRAH untuk pengajuan dan rekomendasi hibah daerah, serta Isma Badastar untuk pencatatan Barang Milik Daerah berbasis QR code menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan efisiensi birokrasi.
Selain itu, Pemkab HSS memiliki SILAKSA, yang berfungsi sebagai portal tautan berbagai aplikasi inovasi sehingga masyarakat maupun aparatur lebih mudah menemukan layanan digital yang tersedia.
Bukan Sekadar Banyak Aplikasi
Pemkab HSS menempatkan kemudahan masyarakat sebagai salah satu perhatian utama dalam pengembangan teknologi digital.
Data Susenas 2024 menunjukkan sebanyak 63,76 persen penduduk HSS telah menguasai telepon seluler. Sementara lebih dari 70 persen masyarakat tercatat telah mengakses internet.
Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital.
Karena itu, pengembangan aplikasi diarahkan agar semakin user-friendly, sederhana dan mudah diakses berbagai kelompok masyarakat.
Di sisi lain, layanan nondigital tetap perlu tersedia sebagai jalur alternatif. Langkah tersebut penting agar masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi tetap dapat memperoleh pelayanan publik secara optimal.
Disiapkan Roadmap Teknologi 2026–2030
Sebagai tindak lanjut hasil audit, Bapperida HSS menyiapkan sejumlah rekomendasi, termasuk prototype perbaikan tampilan antarmuka atau UI/UX.
Pemkab HSS juga menyusun Roadmap Teknologi 2026–2030 sebagai arah pengembangan transformasi digital daerah dalam beberapa tahun ke depan.
Peta jalan tersebut mencakup percepatan integrasi data antaraplikasi, penguatan keamanan dan perlindungan data pribadi, peningkatan kualitas sistem hingga penataan portofolio aplikasi.
Salah satu perhatian penting adalah mencegah terjadinya duplikasi aplikasi yang justru dapat membuat layanan digital semakin rumit.
20 Inovasi Digital yang Diaudit
Sebanyak 20 sampel inovasi digital yang menjadi bagian dari kajian Bapperida HSS 2026 meliputi:
SIPASKA HSS – sistem pendataan dan penugasan pasukan pengibar bendera.
PETASAN HSS – peta digital sebaran risiko bencana.
KOSAN Online – layanan konsultasi klinik sanitasi secara daring.
KODE SMS Bu Susi – layanan informasi dan pengingat kesehatan melalui SMS.
SAPA QR Kesehatan – survei kepuasan pasien berbasis QR code.
SI KOMAR – informasi ketersediaan kamar rumah sakit secara real-time.
SIAMPRAH – sistem permintaan logistik dan alat kesehatan antarunit rumah sakit.
SITI LAMAK – sistem label elektronik diet makanan pasien.
e-Resep – sistem resep obat elektronik.
SIAP – pencatatan kehadiran peserta didik PAUD secara digital.
SIPASUM HSS – pendaftaran penggunaan fasilitas umum secara daring.
SIDALI – sistem informasi dan dashboard data harga untuk pengendalian inflasi.
SI HADRAH – layanan pengajuan dan rekomendasi hibah daerah.
SENADA+ – basis data resmi inovasi daerah.
SI Tamu Simpur – sistem buku tamu elektronik Kecamatan Simpur.
Aksi IPSRS – sistem permintaan dan pemantauan pemeliharaan rumah sakit.
Isma Badastar – pencatatan Barang Milik Daerah berbasis QR code.
ROKET – layanan registrasi pasien secara daring.
SILAKSA – portal yang menghubungkan berbagai aplikasi inovasi daerah.
SAPA QR Birokrasi – survei kepuasan masyarakat berbasis QR code.
Melalui evaluasi dan peta jalan tersebut, Pemkab HSS ingin memastikan transformasi digital tidak berhenti pada peluncuran aplikasi.
Setiap inovasi diharapkan terus dikembangkan agar semakin mudah digunakan, terintegrasi, aman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan langkah tersebut, digitalisasi di Kabupaten HSS diarahkan bukan hanya untuk membangun pemerintahan yang modern, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan dan inklusif.( Adv)



















