Sementara itu, Pengamat Politik dan kebijakan publik Fisip ULM, Taufik Arbain mengingatkan pasangan calon Walikota yang bertarung di Pilkada Kota Banjarmasin agar tidak salah dalam memilih pasangannya.
Sebab kehadiran calon Wakil Walikota di Pilkada Kota Banjarmasin tidak hanya melengkapi untuk pencalonan saja, namun harus mampu menjadi vote gather (pendulang suara) berbasis koneksitas, modal sosial dan modal politik.
“Tanpa mengenyampingkan sosok H. Yuni Abdi Nur Sulaiman dan Hermansyah, bisa jadi Hj Ananda adalah gadis pilihan dalam Pilkada Kota Banjarmasin. Apalagi misalkan dalam konteks pilkada Kota Banjarmasin nama-nama yang digadang-gadang menjadi orang nomor satu adalah Haris Makie hingga Ibnu Sina yang tidak lain merupakan incumbent,” ungkapnya.
Baik itu Hj Ananda, H. Yuni Abdi Nur Sulaiman maupun Hermansyah sangat berpeluang mengisi posisi orang nomor dua atau bahkan nomor satu di Pilkada Kota Banjarmasin.
“Hj Ananda memiliki modal sosial yang menjadikan dia dikenal sebagai wakil rakyat yang punya prestasi dan segudang pengalaman. Lalu H Yuni Abdi Nur Sulaiman juga memiliki modal sosial jaringan Barito Putera dan emosional loyalis dan kecintaan publik pada alm H Leman yang melegenda. Keduanya ini tentu punya kans yang sangat besar untuk ikut menjadi bagian dalam Pilkada di Kota Banjarmasin,” tukasnya.
Editor : Didin Ariyadi



















