Kebijakan Relaksasi Kredit untuk Menjaga Stabilitas Perbankan di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Halisa Nur Refina ( Mahasiswi PKN STAN)

Pelaksanakan kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit merupakan solusi yang tepat apabila dilaksanakan dengan bijaksana dan tepat sasaran, karena pelaku usaha yang terkena dampak pandemi covid-19 sedang mengalami penurunan dalam pendapatan sehingga mereka tidak mampu untuk membayar cicilan kredit dan sangat mengharapkan adanya stimulus dalam perekonomian. Kemudian jika sebuah perbankan melakukan restrukturisasi kredit hingga kualitas menjadi lancar, maka perbankan tersebut tidak pelru melakukan penambahan biaya cadangan kredit. Restrukturisasi ini tidak diberikan untuk semua debitur, namun dibatasi pada pelaku usaha yang usahanya terdampak pandemi covid-19 dengan adanya mekanisme pengajuan restrukturisasi kredit yang jelas. Restrukturisasi kredit ini tidak akan merugikan dari sisi perbankan, justru untuk menjaga agar stabilitas perbankan memiliki penilaian kualitas kredit lancar, ditengah ancaman kredit macet akibat pandemi covid-19

BACA JUGA:  Pandangan Terhadap Rencana Pembangunan Bandara Internasional di Tabalong

Meskipun kebijakan restrukturisasi dilaksanakan, kewajiban dalam membayar bunga tetap harus dilakukan demi menjaga kestabilan perbankan serta dengan adanya restrukturisasi ini, maka posisi kesehatan perbankan akan dipertahankan dengan baik.

 

Penulis : Halisa Nur Refina ( Mahasiswi PKN STAN)

Pos terkait