Harga Ayam Melangit, Usaha Restoran Menjerit

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Kenaikan harga ayam potong di pasaran membuat repot para pelaku usaha restoran di Banjarmasin.

Seperti halnya diungkapkan Asman, Manager Ayam Goreng Perdana (AGP) yang mengaku kondisi ini sangat memberatkan usahanya.

Menurutnya, kenaikkan harga ini membuat ia harus memutar otak agar restorannya tetap bisa beroperasi.

” Biaya operasional yang saat ini harus dihemat ditambah adanya kenaikan sangat mengganggu karena akan berpengaruh terhadap laba rugi bulanan,”katanya kepada wartaniaga.com, Sabtu (6/6).

Meski demikian Asman belum berniat untuk menaikkan harga jual makanan yang ada di restorannya.

“Harga jual tetap sama, karena untuk menjaga keberlangsungan usaha dan memuaskan pelanggan tetap,” ucapnya

Dikatakannnya, pandemi corona yang sampai hari belum berakhir juga turun mempengaruhi omset restoran yang beralamat di Jalan Achmad Yani km 3,8 dan Anang Adenansi ini.

BACA JUGA:  Bukukan Omset Rp. 8 M, GTF 2018 Lampaui Target

” Akibat corona, sejak pertengahan Maret sampai sekarang, penurunan mencapai hingga 70 persen. Tetapi banyak kebijakan yang diambil managemen untuk tetap mempertahankan bisnis,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dialami restoran Surasama. Supervisior restoran Surasama, Ozi mengaku selain mengalami penurunan omset akibat corona juga harga ayam potong yang melangit.

” Kami siasati dengan tidak membeli ayam terlalu banyak. Dan harga makanan kami juga tidak naik,” terangnya saat ditemui wartaniaga.com di kawasan Jalan Achmad Yani Km 4,5 Banjarmasin Timur.

Kebijakan untuk tidak menaikan harga ini, sambungnya untuk tetap menjaga kepercayaan pelangggan.

” Sudah jatuh tertimpa tangga, harga ayam baik ditambah lagi wabah corona begitulan nasib usaha restoran saat ini. Kami saja yang biasa omsetnya Rp 3 jutaan perhari hari ini paling-paling Rp 500 ribu,” keluhnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Resmikan Bandara Tjilik Riwut Senilai Rp 700 M

Ozi berharap pemerintah dapat menjaga pendistribusian ayam. Sehingga harga bisa terjaga dengan nilai yg wajar.

“Peternak tetap untung dan dapat tetap memelihara ayam, penjual tetap untung karena harga yang wajar. Dan pembeli juga bisa untung karena kebutuhannya terpenuhi tanpa merogoh kocek yang dalam,” harap Ozi.

Reporter : M Hidayatullah
Editor : Didin Ariyadi

Pos terkait