Wartaniaga.com, Banjarbaru – Disdik Kota Banjarbaru berikan dana alokasi tambahan khusus melalui APBD senilai Rp 1,5 juta kepada guru honorer yang mengabdi di sekolah-sekolah Banjarbaru.
Tambahan itu bertujuan untuk lebih menghargai jasa tenaga guru, apalagi yang belasan tahun mengabdi, juga disamping tidak adanya regulasi tentang pengangkatan status honorer menjadi PNS di Indonesia, terkecuali mengikuti tes CPNS.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, Muhammad Aswan, mengatakan, memang di Kota Banjarbaru masih kekurangan guru kelas dan profesi. Akan tetapi, pihaknya tidak menutup mata tentang posisi guru honorer yang sering membantu setiap sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Idaman itu.
Dinas Pendidikan (Disdik) Berikan Dana Alokasi Melalui APBD untuk Guru Honorer di Sekolah
“Ada yang sudah mengabdi 25 tahun sebagai guru honorer, dan ini yang harus kami perjuangkan sebenarnya,” ujarnya kepada Wartaniaga com diruang kerjanya, Rabu (27/11).
Ia melanjutkan, pihaknya juga pernah mengajukan untuk pengangkatan guru honorer yang bersifat tertutup agar kedepannya nasib mereka dapat menjadi jaminan hidup yang setara dengan ASN lain.
Akan tetapi, belum pernah disetujui, bahkan, saat ini banyaknya tenaga honorer dibidang profesi mengajar masih minim dalam mensejahterakan mereka. Maka dari itu, melalui APBD pihak Disdik berhasil memperjuangkan dan memberikan tambahan intensif sebesar Rp 1,5 juta diluar dana BOS.
“Kenapa seperti itu, sebenarnya itu layak bagi mereka untuk jadi PNS, pelatihan sudah sering, Diklat juga namun kami akan terus memperjuangkan nasib guru honorer” bebernya.
Disdik Kota Banjarbaru Harapkan Guru Honorer Dapat Segera Diangkat Menjadi PNS
Aswan, mengungkapkan, melihat dari dana anggaran BOS yang dirasakannya belum mencukupi untuk kebutuhan guru honorer tersebut. Pihaknya sempat terpikirkan untuk memberikan serta memperjuangkan kesejahteraan guru yang berstatus belum pegawai negeri ini hingga terwujudlah bantuan dana yang di alokasikan khusus untuk mereka yang diterima setiap tiga bulan sekali itu.
“Alhamdulillah, setidaknya yang kami perjuangkan ini semata-mata untuk kesejahteraan guru honorer yang tak kunjung juga diangkat jadi PNS,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, keinginan pihak Disdik Kota Banjarbaru dalam mewujudkan harapan guru honorer yang dapat diangkat menjadi PNS ini masih diperjuangkan mereka walaupun masih sering mendapatkan penolakan dari Kementerian agar status tenaga pengajar non pemerintah ini segera terlihan titik terangnya.
“Sering mengajukan, bahkan, penerimaan CPNS khusus guru harus dilakukan secara tertutup dan layak ya guru honorer yang sudah puluhan tahun itu,” pungkasnya.
Hingga kini, lewat APBD yang diperjuangkan Disdik Kota Banjarbaru dapat memberikan energi semangat terkhususnya guru honorer di wilayahnya yang memang perannya tidak bisa di pisahkan dan selalu diperjuangkan untuk kesejahteraannya.
“Kami akan carikan lagi solusinya agar guru honorer setidaknya layak mendapatkan kesetaraan baik dalam kebutuhan dan kewajiban,” tutupnya
Reporter : Riswan
Editor : Hamdani
Foto : Riswan



















