Cerita Mahyudin, Mengais Rezeki dari Bisnis Jahit

Bisnis Jahit

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Mengenakan kemeja berkelir putih serta kacamata jadul era 90an, Mahyudin tampak telaten menjelujur benang hingga membentuk pakaian berupa celana dan baju, dengan satu buah mesin jahit kuno, pria yang akrab disapa Udin ini mampu raup ratusan ribu rupiah perharinya dari Bisnis Jahit.

Bertempat di salah satu kios di Jalan Cemara Raya, bisnis jasa menjahit milik Udin tersebut dinamakannya “Penjahit N”, seni menjahit ini didapatnya dari bakat turun temurun, maklum orang tua dari Mahyudin merupakan penjahit ternama di Kota Seribu Sungai itu.

“Awalnya berbagai macam usaha saya lakukan, mulai dari berdagang ikan asin, sayuran, pengepul buah-buahan, namun pada akhirnya meneruskan usaha ayah yang sukses di bidang menjahit pakaian menjadi pilihan,” ujarnya kepada wartaniaga.com, Minggu (27/10).

Usaha Bisnis Jahit

Bisnis Jahit
Bisnis Jahit

Ia mengungkapkan dari beragam usaha yang begitu berat dilaluinya, akhirnya ketika dianjurkan sang ayah untuk menggeluti usaha menjahit, Mahyudin langsung menerima dengan senang hati dan melaksanakannya dengan penuh keseriusan.

Lanjutnya, kebiasaan yang dimilikinya tidak terlepas dari keahlian ayahnya yang sangat handal dalam membuat pakaian.”Ibaratnya keahlian yang saya miliki adalah hasil keturunan sejak pedatuan (red : orang tua dari kakek) hingga ayah saya, lalu menurunkan ke saya,” bebernya.

Udin menyebutkan, dalam sehari bisa menyelesaikan pembuatan pakaian 3 lembar baju atau celana, sesuai dengan pola yang dinginkan. Selain menerima jasa pembuatan baju, ia juga menerima jasa lainnya seperti permak celana, baju, hingga tas.

BACA JUGA:  Kisah Fizah, Remaja Belia Yang Hidup Mandiri

“Apapun yang bisa kami perbaiki, akan kami lakukan,” jelasnya.

Adapun biaya dalam pembuatan pakaian sangat bervariasi, sesuai dengan kebutuhan dan bentuk yang dinginkan oleh konsumen penikmat jasa penjahit.

Bisnis Jahit menguntungkan

“Kalau yang normal untuk pria mencapai Rp 120 ribu hingga Rp 700 ribu untuk jas, kalau wanita Rp 250 ribu,” ia melanjutkan.

Udin menegaskan dirinya tidak memungkiri harga jasa menjahit akan berubah sesuai dengan proses tawar-menawar dan tingkat kesulitan dalam pembuatan baju.

Sementara itu hasil yang di dapat dalam setiap bulannya mencapai Rp 6 juta belum termasuk potongan sewa toko dan pembelian bahan baku. “Setidaknya 2 kali dalam setahun akan mendapat hasil yang banyak dari bisnis jahit ini, pada hari raya Idul Fitri dan tahun pelajaran baru,” jelasnya.

BACA JUGA:  Cerita Ali, Penawar Lelah dari Sungai Jingah

Reporter : Aditya
Editor : Mukta
Photo : Aditya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *