BPJS Juga Terhutang 9M Pada RS Ratu Zaleha

Wartaniaga.com, Martapura – Tunggakan BPJS yang dialami RS Idaman juga dialami RS Ratu Zaleha. Namun, tunggakan RS yang berdomisi di Jalan Menteri Empat, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, hanya senilai Rp 9 Miliar saja. Nilai itu jauh lebih kecil dari RS Idaman yang mencapai Rp 16 Miliar.

Wakil Direktur Bidang Program dan Keuangan RS Ratu Zaleha, Mohammad Yani, mengatakan, tunggakan dari BPJS Kesehatan dari Mei hingga Juni sudah mencapai Rp 9 milliar dengan alasan penurunan defisit. Sebagai rinciannya, Mei lalu tunggakannya sekitar Rp 4 milliar lebih dan Juni hampir Rp 5 milliar lebih. Untuk itu, pihaknya berusaha melakukan pencairan melalui verifikasi yang dibuat oleh BPJS.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kami sedang berusaha melakukan pencairan yang dibuat oleh BPJS melalui Verifikasi bersama pihak manajement RS Ratu Zaleha agar secepatnya cair dibulan ini,” ucapnya.

Selain itu, Ia mengungkapkan apabila tunggakan yang cukup lama oleh perusahaan jaminan kesehatan ini, maka, pihak RS Ratu Zaleha akan menggunakan sejumlah dana dari APBD dari bantuan pemerintah daerah untuk antisipasi apabila pencairan tidak kunjung datang.

“Pencairan dari Juli dan Agustus sudah diverifikasi oleh BPJS Kesehatan, mudah-mudahan bisa turun, namun kalau hal itu tidak terjadi, kita akan mengharapkan bantuan dari APBD pemerintah kabupaten saja,” ungkapnya.

Ditanya soal imbas terburuk apabila APBD tidak juga membantu serta tunggakan BPJS akan semakin menumpuk, Yani membeberkan, apabila APBD dan tunggakan dari perusahan jaminan kesehatan ini tidak berjalan dengan semestinya, maka pihak RSUD Kota Intan ini akan melakukan hal yang sama seperti RSUD Idaman Banjarbaru yaitu meminjam kepada bank yang sudah bekerjasama dengan rumah sakit tersebut.

“Kalau APBD belum mencukupi dan BPJS Kesehatan masih tidak dibayar, perencanaan kita nanti akan melakukan peminjaman pada pihak bank yang menjadi rekan kita di rumah sakit ini, itupun kalau sudah urgent,” tandasnya.

Yani menjelaskan apabila belum ada pencairan dari BPJS Kesehatan kepada RSUD Ratu Zahela Martapura, pihaknya tidak terbebani dengan masalah pelayanan terbaik kepada masyarakat walaupun terkendala dengan dana bantuan tersebut.

“Sebagai ASN Prioritas utama kami disini akan tetap memberikan pelayanan terbaik walaupun pembayaran BPJS lambat,” pungkasnya.

Yani mengungkapkan kembali apabila ada masyarakat yang tidak menggunakan BPJS Kesehatan, tidak berimbas besar terhadap pendapatan rumah sakit tersebut untuk membantu kelangsungan rumah sakit tersebut tetap bertahan, karena yang menjadi penompang pendapatan utama pihaknya memang lebih dominan terdapat pada perusahaan jaminan kesehatan itu sendiri.

“Kalau masyarakat yang tidak menggunakan BPJS itu kecil sekali pada pendapatan kami, karena di RS ini orang-orang lebih banyak menggunakan jaminan gratis dari JKN itu sendiri, bahkan, pendapatan utama ya sumbernya dari sana sebenarnya,” tutupnya.

Reporter : Riswan
Editor : Hamdani
Foto : Riswan

Pos terkait

banner 468x60