Hiswana Migas Keluhkan Kuota BBM Kalsel

  • Whatsapp
Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Saibani

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Kuota BBM Kalsel yang selama 5 tahun ini tidak pernah mendapat tambahan menjadi keluhan para pengusaha yang tergabung dalam Hiswana Migas.

Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Saibani mengungkapkan  kuota BBM harusnya dievaluasi setiap tahun karena setiap daerah di Indonesia pasti mengalami pertumbuhan yang berdampak pada konsumsi bbm.

Muat Lebih

” Kita meminta kepada pemerintah pusat untuk memperhatikan kuota bbm Kalsel yang sudah lama belum ada penambahan” keluhnya kepada sejumlah wartawan saat Musda VIII Hiswana Migas Kalsel.

BACA JUGA:  Ratusan Massa Tuntut KPU Berlaku Jujur dan Adil

Menurutnya, selama ini pemerintah pusat hanya memperhatikan wilayah Jawa-Bali saja sedangkan diluar itu tidak padahal Indonesia bukan hanya itu saja.

“ Kuota kita sudah tidak mencukupi lagi, lihat saja di setiap SPBU selalu antri, jadi kami meminta kepada pemerintah pusat untuk memperhatikan kebutuhan BBM di Kalsel” teranya, Sabtu (24/11).

Baginya dengan ketersedian BBM yang cukup pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. “ Kalau kuota ditambah tentunya ekonomi juga akan bergerak dan meningkat” papar Saibani.

Dirinya juga berharap para wakil rakyat di DPR RI utusan Kalsel juga memperjuangkan keinginan ini. “ Kami juga meminta kawan-kawan di DPR RI khususnya dari Kalsel dapat memperjuangakan kecukupan BBM di Banua” ucapnya

BACA JUGA:  Pasokan Aman, Harga Jual Sebagian Bahan Pokok Dibawah HET

Sementera itu, Syaifullah Tamliha, Anggota DPR RI utusan Kalsel menjelaskan tidak cukupnya kuota BBM Kalsel karena adanya pengurangan subsidi BBM secara nasional. “ Pada tahun 2015 subsidi untuk BBM berdasarkan informasi badan anggaran Rp 29 triliun namun pada tahun 2017 turun menjadi Rp 20 triliun saja” terangnya.

Dikatakanya untuk mengurai permasalahan ini, DPR RI sudah meminta pemerintah untuk mengembalikan anggaran subsidi BBM. “ Solusinya kembalikan anggaran subsidi BBM dan pada tahun 2019 anggaran sudah naik kembali diangka Rp 25 triliun” jelas politisi partai PPP ini.

Reporter : Meiriyanti

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Meiriyanti

Pos terkait