Lima Hari Air Bersih Terganggu, Dirut PTAM Bandarmasih Turun Langsung Kawal Bantuan untuk Warga Kelayan

Dirut PTAM Bandarmasih Zulbadi saat turun langsung sambil mendengarkan keluhan warga (Foto : Ist)

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Lima hari tanpa aliran air bersih bukan perkara mudah bagi warga. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan, sekitar 180 kepala keluarga (KK) di Jalan Kelayan B RT 09/01, Kelurahan Kelayan Barat, Kecamatan Banjarmasin Selatan, harus bertahan dengan keterbatasan pasokan air.

Air untuk memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sehari-hari menjadi persoalan yang harus dihadapi warga. Keresahan itu sedikit terobati setelah layanan tangki air bersih PTAM Bandarmasih tiba di kawasan tersebut, Sabtu (29/8).

Sebelumnya, Ketua RT 09/01 telah mengajukan permintaan layanan tangki melalui WhatsApp dan nomor telepon pelayanan PTAM Bandarmasih pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.

Permintaan tersebut kemudian mendapat respons. Tangki air bersih tiba di lokasi pada Sabtu sekitar pukul 10.50 WITA dan langsung didistribusikan kepada warga.

Warga pun tampak mengantre dengan tertib untuk mendapatkan air. Mereka membawa berbagai wadah dari rumah, berharap pasokan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan selama aliran air perpipaan belum kembali normal.

Di tengah aktivitas pembagian air itu, perhatian warga tertuju pada kehadiran Direktur Utama PTAM Bandarmasih, Zulbadi, yang turun langsung ke lapangan untuk mengawal proses distribusi.

Kehadiran pimpinan perusahaan secara langsung menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gangguan distribusi air bersih.

Saat ditanya mengenai kapan pelayanan air bersih dapat kembali normal, Zulbadi menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak terlepas dari situasi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air baku.

“Sampai kemarau kita terlewati dan air baku kembali normal,” ujar Zulbadi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan distribusi air bersih saat ini bukan hanya persoalan jaringan pelayanan. Kondisi sumber air baku juga menjadi faktor penting, terutama ketika musim kemarau menyebabkan ketersediaan air menurun dan kualitas air baku ikut terdampak.

Bagi warga Kelayan, air tangki memang menjadi penyelamat sementara. Namun, harapan mereka sederhana: air dari keran rumah kembali mengalir normal sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan tanpa harus menunggu atau mengantre mendapatkan pasokan.

Gangguan selama lima hari tentu bukan waktu yang singkat. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, sehingga warga berharap langkah penanganan darurat terus dilakukan selama kondisi air baku belum sepenuhnya pulih.

Warga juga berharap PTAM Bandarmasih memberikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan kondisi pelayanan, sehingga masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan air dengan lebih baik.

Sementara itu, distribusi air tangki yang dikawal langsung jajaran PTAM Bandarmasih setidaknya menjadi bentuk respons nyata untuk meringankan beban warga di tengah situasi sulit.

Bagi masyarakat yang selama lima hari menanti air mengalir kembali, setiap tetes air yang datang bukan sekadar pasokan, tetapi menjadi sedikit ruang untuk bernapas dan kembali menjalankan kehidupan sehari-hari.

Hingga berita ini dibuat, proses distribusi air bersih di lokasi berlangsung aman, tertib, dan terkendali.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait