BPBD Balangan Resmikan BAPANGKU BAMITRA, Inovasi Rumah Evakuasi Berbasis Kemitraan Pertama di Kalsel

BPBD Kabupaten Balangan mencatatkan sejarah baru di Kalimantan Selatan. Untuk pertama kali dan satu-satunya konsep Rumah Panggung Evakuasi Aman Bencana Berbasis Kemitraan (BAPANGKU BAMITRA).

Wartaniaga.com, Paringin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan resmi meluncurkan inovasi Rumah Panggung Evakuasi Aman Bencana Berbasis Kemitraan (BAPANGKU BAMITRA) yang menjadi konsep pertama dan satu-satunya di Kalimantan Selatan dalam pembangunan shelter kebencanaan melalui kolaborasi pemerintah, pemerintah desa, dan dunia usaha.

Grand Launching sekaligus peresmian BAPANGKU BAMITRA digelar di Desa Pupuyuan, Kecamatan Lampihong, Rabu (8/7/2026), dan diresmikan oleh Bupati Balangan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, mengatakan peluncuran inovasi tersebut dihadiri jajaran SKPD, Forkopimda, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, perwakilan dunia usaha dari sektor perbankan, PT Adaro, Balangan Coal, seluruh camat KENCANA, serta enam Desa Tangguh Bencana (DESTANA).

“Alhamdulillah pada 8 Juli 2026 BPBD Balangan dapat melaksanakan Grand Launching dan peresmian inovasi BAPANGKU BAMITRA. Ini merupakan rumah panggung evakuasi aman bencana berbasis kemitraan,” ujar H. Rahmi, Jumat (10/7/26).

Ia menjelaskan, kehadiran BAPANGKU BAMITRA merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Balangan dalam memperkuat ketangguhan daerah menghadapi bencana. Program ini juga bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor.

Menurut H. Rahmi, BAPANGKU BAMITRA tidak hanya dibangun sebagai tempat evakuasi, tetapi juga menjadi sarana multifungsi yang mampu mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana.

“Inovasi ini bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun budaya kesiapsiagaan, partisipasi, dan kebersamaan dalam menghadapi risiko bencana,” katanya.

Keunggulan BAPANGKU BAMITRA terletak pada sistem pembangunannya yang memadukan dukungan pemerintah, pemerintah desa, dan dunia usaha sehingga tidak hanya bergantung pada pembiayaan APBD.

“Sejauh yang kami ketahui, ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Kalimantan Selatan. Bahkan mungkin juga di Indonesia, shelter kebencanaan yang dibangun dengan sistem kemitraan bersama dunia usaha. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya,” ungkapnya.

Saat ini terdapat delapan unit BAPANGKU BAMITRA yang telah berdiri di delapan desa, yakni Desa Pupuyuan dan Desa Pimping di Kecamatan Lampihong, serta Desa Ambakiang, Desa Bata, Desa Galumbang, Desa Juai, Desa Teluk Bayur, dan Desa Buntu Karau di Kecamatan Juai.

Selain digunakan sebagai lokasi evakuasi sementara saat bencana, bangunan tersebut juga dimanfaatkan sebagai posko pengendalian operasi kebencanaan tingkat desa, pusat edukasi dan pelatihan mitigasi, dapur umum, hingga tempat pelaksanaan Posyandu, pertemuan UMKM, dan rapat desa.

BPBD Balangan juga telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) serta berbagai peralatan pendukung. Ke depan, fasilitas seperti MCK, pengerasan halaman, dan sarana penunjang lainnya akan terus dilengkapi.

“Insya Allah aset ini sudah kami serahkan kepada pemerintah desa agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang menunjang kemajuan desa karena memiliki kapasitas yang cukup besar,” tambah H. Rahmi.

Melalui tagline “Mewujudkan Balangan Tangguh Menghadapi Bencana”, BPBD Balangan berharap inovasi BAPANGKU BAMITRA dapat terus diperluas ke desa-desa lain yang memiliki tingkat kerawanan bencana, khususnya wilayah yang rawan banjir.

Reporter : Siti Nurjanah
Editor :Hariyadi

Pos terkait