Warga Sungai Pinang Keluhkan Jalan Rusak dan PJU Tak Menyala Saat Reses DPRD Kalsel

Banjar – Kegiatan reses anggota DPRD Kalimantan Selatan di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait infrastruktur dasar yang dinilai belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah daerah.

Dalam kegiatan yang digelar pada Senin (25/5/2026) tersebut, masyarakat mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan permukiman. Kondisi jalan kampung yang gelap pada malam hari dinilai membahayakan keselamatan warga maupun pengguna jalan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Habib Farhan BSA mengatakan, persoalan penerangan jalan menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat saat reses berlangsung.

“Warga berharap PJU segera direalisasikan karena kondisi jalan kampung masih gelap. Bahkan ada lampu yang sudah terpasang hampir setahun, namun hingga kini belum juga menyala,” ujar Habib Farhan.

Selain penerangan jalan, warga juga mengeluhkan kerusakan jalan menuju kawasan Sungai Pinang yang hingga kini belum diperbaiki. Kondisi jalan yang rusak parah disebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama mobilitas warga dan distribusi hasil usaha masyarakat.

Politisi PKB Kalsel tersebut menilai persoalan infrastruktur di wilayah pinggiran masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani pemerintah daerah. Menurutnya, fasilitas umum serta sarana dan prasarana dasar di sejumlah wilayah pelosok masih banyak dikeluhkan masyarakat.

“Infrastruktur dasar di daerah pinggiran harus menjadi perhatian serius. Banyak keluhan masyarakat terkait jalan, drainase, hingga fasilitas umum lainnya yang belum tersentuh secara maksimal,” katanya.

Habib Farhan juga menyoroti dampak pascabanjir yang masih dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Kabupaten Banjar. Ia menilai keberadaan saluran drainase atau got di pinggir jalan sangat diperlukan untuk mengurangi genangan air sekaligus mencegah kerusakan jalan beraspal.

“Daerah-daerah yang terdampak banjir membutuhkan saluran air yang memadai. Drainase di pinggir jalan penting agar air tidak menggenangi badan jalan dan merusak infrastruktur,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut disosialisasikan program bedah rumah sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Banjar.

Warga berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dalam kegiatan reses tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui program nyata pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik di daerah.

Editor : Aditya

Sumber: ISt

Pos terkait