Air Mata di Liang Anggang: Walikota Lisa Peluk Harapan Kaum Dhuafa dan Lansia

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Suasana penuh haru dan kehangatan menyelimuti halaman Kantor Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Jumat (20/2).

Di bawah langit pagi yang teduh, warga dari kalangan kaum dhuafa, janda, dan lansia berkumpul dengan wajah penuh harap untuk bersilaturahmi bersama Walikota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Idaman itu bukan sekadar menjalankan agenda pemerintahan. Ia datang untuk menyapa dengan hati, mendengar dengan empati, sekaligus menyerahkan santunan berupa paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

Warga yang hadir berasal dari sejumlah kelurahan di Kecamatan Liang Anggang, yakni Landasan Ulin Utara, Landasan Ulin Selatan, dan Landasan Ulin Tengah.

Kesempatan untuk bertatap muka dan berdialog langsung dengan sang Walikota disambut penuh antusias dan rasa syukur.

Momen paling menyentuh terjadi ketika Walikota Lisa berdialog dengan beberapa kaum dhuafa dan lansia. Dengan penuh perhatian, ia mendengarkan kisah perjuangan hidup dalam keterbatasan.

Suasana seketika hening, ketika air mata menetes dari relung mata sang Walikota saat mendengar cerita pilu seorang warga. Beberapa warga yang menyaksikan pun tak kuasa menahan haru.

Dalam kesempatan tersebut, Lisa menegaskan komitmennya untuk membantu seluruh masyarakat Banjarbaru, khususnya warga di Kecamatan Liang Anggang.

“Ulun (saya, red) berharap para lurah se-Kecamatan Liang Anggang, apa yang menjadi keluhan, kendala, dan kebutuhan warganya harus cepat bergerak dan melayani dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar tidak ada warga yang merasa diabaikan.
“Berikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, khususnya kaum dhuafa, janda, lansia, dan para pengurus masjid. Permudah dan ringankan urusan mereka,” tegasnya.

Silaturahmi ini bukan hanya tentang bantuan sembako, tetapi tentang kehadiran dan kepedulian. Sebuah ruang dialog tanpa sekat antara pemerintah dan rakyatnya.

Di Liang Anggang pagi itu, kepemimpinan terasa bukan sekadar jabatan, melainkan sentuhan hati yang menguatkan harapan.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait