Makna Aqiqah dan Tuntunan Mendidik Anak, Tausiah Ustadz Reza Rahman Menyentuh Hati Jamaah

Ustadz Reza Rahman saat menyampaikan tausiah tentang beraqiqah (Foto : EDH)

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Aqiqah merupakan ibadah penyembelihan hewan ternak berupa kambing atau domba sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak.

Ibadah ini umumnya dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran dan memiliki hukum sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan dalam Islam.

Ustadz Reza Rahman Lc menjelaskan, ketentuan aqiqah adalah dua ekor kambing atau domba untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan.

Ia menegaskan bahwa aqiqah hanya sah dengan hewan kambing atau domba, tidak dapat digantikan dengan hewan lain meskipun ukurannya lebih besar, seperti sapi. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan tausiah aqiqah kepada salah seorang jamaah, Minggu (25/1).

Dalam tausiahnya, Ustadz Reza juga menyampaikan bahwa pemberian nama anak saat penyembelihan aqiqah sudah sah, sementara penyampaian nama kepada masyarakat hanyalah sebagai bentuk pemberitahuan.

Ia pun mengingatkan pentingnya memberi nama yang baik, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang pernah mengganti nama anak sahabat karena dinilai kurang baik.

Lebih lanjut, Ustadz Reza memaparkan tiga tuntunan utama agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.

Pertama, orang tua dianjurkan menjaga anak-anak agar tidak keluar rumah menjelang waktu magrib, serta menutup pintu dengan menyebut nama Allah.

Kedua, membiasakan membaca doa-doa perlindungan seperti Ayat Kursi dan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah.

Ketiga, senantiasa mendoakan anak, karena doa orang tua termasuk doa yang mustajab.

“Setelah melaksanakan tuntunan ini, insyaallah akan dimudahkan bagi orang tua dalam mendidik anak menjadi pribadi yang baik,” pesannya.

Ia menutup tausiah dengan mengingatkan bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, dan orang tualah yang memiliki peran utama dalam membentuk masa depan mereka.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait